PENERAPAN
TERAPI SHOLAT BAHAGIA
(PTSB)
Disusun Oleh:
Ainina Syafa Zelbiana
Mutiarani
B71219056
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh Ali
Aziz. M,Ag
Asisten Dosen:
Ati’ Nursyafa’ah.
M.Kom.I
Komunikasi dan Penyiaran
Islam
Universitas Islam
Negeri Sunan Ampel
2019
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr.Wb
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan ridha-Nya sehingga saya berhasil menyusun makalah tentang “PENERAPAN
TERAPI SHOLAT BAHAGIA” dengan baik. Sholawat serta salam selalu tercurahkan
kepada baginda Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan di dalamnya,
oleh karena itu saya emohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikian makalah ini saya buat, saya ucapkan
terimakasih.
Wassalamualaikum
wr.wb
Ainina Syafa Zelbiana
Mutiarani
27 November 2019
L
PEMBAHASAN
Pendalaman Terapi Sholat Bahagia
adalah metode yang di ambil oleh penemunya yaitu Prof Ali Aziz. M, Ag untuk
memperdalam ke khusyukan umat islam dalam menjalankan ibadah sholat. Pada
tanggal 23 November 2019 lalu beliau mengadakan training PTSB untuk
mahasiswa UIN SUNAN AMPEL SURABAYA khususnya mahasiswa S1 dan S2 Fakultas
Dakwah dan Komunikasi dari beberapa Program Studi seperti : MANAJEMEN DAKWAH,
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM, BIMBINGAN KONSELING ISLAM, PENGEMBANGAN MASYARAKAT
ISLAM dan ILMU KOMUNIKASI, acara tersebut diselenggarakan di Kun Yaquta
Surabaya, setiap yang hadir di acara training tersebut mendapatkan buku supplement
untuk pegangan peserta dalam mengikuti acara training PTSB. Dalam buku supplement
tersebut di jelaskan secara rinci namun jelas tentang buku 60 Menit Terapi Sholat
Bahagia.
Kata beliau jika belum membaca buku 60 Menit
Terapi Sholat Bahagia maka akan membutuhkan waktu yang lama sekitar 2 hari.
Orang umum 2 hari, kalau anak cerdas hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja,
tuturnya. Sebelum kegiatan PTSB kita juga sudah di intruksikan untuk menulis
beberapa syarat mengikuti Pendalaman Terapi Sholat Bahagia, diantaranya ;
1. Menulis 10 orang yang paling berjasa
dalam hidup kita.
2. Menulis 5 orang yang menjengkelkan/
menyakiti kita
3. Menulis 10 dosa yang pernah kita lakukan
4. Menulis 30 nikmat terbesar yang kita
rasakan (sejak kecil hingga sekarang)
5. Menulis 10 masalah yang paling
mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan hidup kita ( ada yang bersifat rahasia
dan ada yang tidak)
Tulisan itu harus dibawah dan disimpan. Kata
beliau cukup kita dan Allah saja yang tau. Dengan bantuang Daftar masalah dan
harapan yang telah disiapkan itu , kita bisa sujud dan rukuk lebih lama dengan
penuh penghayatan.
حَیِّ عَلَی
الصَّلاة
ِ
(Hayya Ala
al-Shalāh)
Mari kita tunaikan Shalat
حَیِّ عَلَی الْفَلاحِ
(Hayya Ala al-Falāh)
Mari Kita Bahagia
Ada dua kata kunci dalam firman Allah
di atas, yaitu khusyuk dan bahagia, bahwa pelaku shalat khusyuk dijamin hidup
sukses dan bahagia. Setiap hari, kita diseru untuk sukses melalui azan, hayya
‘alas shalah, hayya alal falah (ayo shalat dan ayo bahagia). Kita disemangati
terus menerus setiap hari untuk lebih berprestasi dan berbahagia (al falah)
agar kita dapat memimpin dunia, bukan penonton atau orang yang terpuruk dan
terpinggirkan. Shalat khusyuk adalah shalat yang menumbuhkan ketundukan kepada
perintah Allah, kepasrahan dan perasaan senang terhadap apapun dan berapapun
pemberian Allah. Bisakah kekhusyukan diperoleh tanpa memahami makna doa-doa
shalat? Hampir mustahil. Oleh sebab itu, Anda harus memahami arti semua doa
shalat, sekalipun hanya secara global, tidak arti kata perkata. Bagaimana
mengatasi kesulitan pemahaman doa-doa shalat yang tertulis dalam teks Arab itu,
terutama bagi pemula atau mualaf? Sangat mudah, jika diajarkan dengan
keseimbangan otak kiri dan kanan.
Sesuatu yang asalnya berat seperti
batu akan menjadi emas dengan kita merubah mindset agar menuju kebahagiaan.
Kematian yang ditakuti secara berlebihan. Ini juga merupakan sumber kecemasan.
Melalui rukuk dengan posisi kepala yang diserahkan kepada Allah, Anda
diingatkan untuk menyerahkan hidup-mati kepada Allah SWT, sebab kematian
bukanlah pilihan, melainkan kepastian. Dengan menghapus ketakutan itu, Anda
telah menutup pintu-pintu stres. Melalui
rukuk pula, Anda disemangati untuk rendah hati dan hormat kepada siapapun.
Sikap hormat dan menghargai orang dapat mengantarkan Anda hidup lebih bahagia,
sebab sikap itu mengundang simpati banyak orang untuk bekerjasama dalam banyak
hal, termasuk dalam berbisnis untuk menambah penghasilan Anda. Pujian dan
apresiasi orang yang diharap-harap atas apa yang Anda lakukan. Ketika Anda
mengucapkan rabbana walakal hamdu pada waktu bangkit dari rukuk, sebenarnya
Anda sedang bersumpah tidak mengharap balas budi, pujian, apresiasi dan terima
kasih dari siapapun selain Allah, sebab Dia-lah satu-satunya yang berhak
dipuji. Mengharap pujian orang sama dengan merampas hak-hak Allah, sekaligus
membuka sejuta pintu stres. Sebab, menurut Al Qur’an (QS. 34: 13), hanya
sedikit orang yang memberi apresiasi karya orang. Semakin besar harapan
seseorang akan apresiasi orang, semakin terbuka lebar pintu stres. Orang
bahagia tidak akan mengemis apresiasi, tapi justru selalu memberi apresiasi
sekecil apapun jasa orang. Curahan kesedihan hati yang belum tersalurkan kepada
orang paling dipercaya. Oleh sebab itu, salah satu obat stres adalah
mencurahkan masalah hidup sampai tuntas kepada orang yang dipercaya dan
bersedia mendengarkannya, sekalipun orang itu tidak dapat memberikan solusi.
Ketika bersujud minimal 30 detik dan Anda mencurahkan isi hati sepuas-pusanya,
maka berkuranglah beban psikologis Anda, sebab semua curahan hati telah
ditumpahkan kepada Allah SWT disertai keyakinan bahwa Allah akan mengambil alih
semua masalah yang Anda hadapi. Dosa-dosa masa lalu. Melalui doa pada posisi
duduk di antara dua sujud, Anda diyakinkan bahwa tidaklah mungkin, Allah Yang
Maha Pengasih dan Maha Pengampun tidak mengampuni dan mengasihi orang yang
shalat, dan merengek meminta belas kasih dan ampunan kepada-Nya. Pesimis dan
minder. Lihatlah, betapa gelap dan ciut muka orang yang tidak percaya diri,
pesimis dan putus asa. Itulah tanda orang yang “kafir” dan menderita (QS. 14:7
dan 12:87). Melalui syahadat pada posisi tasyahud, keimanan Anda dikuatkan
sehingga lebih percaya diri dan optimis, bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan
yang berhak disembah dan diyakini sebagai sumber energi untuk mengarungi masa
depan. Sekarang, lihatlah, betapa cerah dan ceria muka orang yang optimis.
PTSB memberikan bimbingan dan praktek sholat agar kita dapat memahami
dan mengingat lebih kuat serta mampu memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah,
percaya diri, dan optimis dalam menyelesaikan semua masalah menuju hidup yang
bahagia, hanya pribadi yang bahagialah yang bisa memaksimalkan kehidupan yang
lebih produktif, kreatif, dan membahagiakan orang sekitar.
Pentingkah PTSB? Tujuan founder
mengadakan PTSB ini adalah agar manusia lebih taat beribadah dan mampu mengubah
mindset mereka untuk beribadah dengan ikhlas, ridho dan menerima semua keputusan
yang telah ditetapkan oleh Allah, serta memberikan kesembuhan dari berbagai
macam penyakit. Bukan founder atau pesertanya yang hebat, melainkan penghayatan
dan keyakinan dalam sholatnya yang luar biasa. Tujuan utama sholat adalah
kokohnya T2Q (Tawakkal, Tuma'ninah, dan Qona'ah), sedangkan kesembuhan, rezeki,
dan sebagainya semata-mata hanyalah sebagai bonus.
Manusia pasti memiliki rencana tersendiri,
namun sebaik-baiknya rencana kita dalam merencanakan suatu hal, rencana Allah
adalah yang terbaik. Kita menginginkan sehat sedangkan Allah menginginkan kita
sakit, kita menilai seseorang itu baik sedangkan penilaian Allah ia jelek,
banyak hal yang kita inginkan atau kita sukai namun keinginan tersebut belum
tentu sama dengan keinginan Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu
firman Allah yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat
baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk
bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. al-Baqarah:216).
Seperti halnya dengan seseorang yang
ingin selamat dalam perjalanannya, namun Allah menginginkan ia tidak selamat
dalam artian ia mengalami kecelakaan. Akan tetapi dengan kecelakaan tersebut ia
menerima suatu kenikmatan dari Allah yaitu bertemu dengan seorang pria yang menjadi
jodohnya. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk menghadapi masalah hidup,
karena setiap masalah pasti ada hikmahnya tersendiri. Itulah salah satu contoh
dari skenario Allah kepada hamba Nya.
Dalam sebuah hadist mengatakan “Barang
siapa yang tidak suka dengan kehendak ku maka carilah Tuhan selain aku dan
barang siapa yang mengeluh enak atau tidak enaknya dengan kehendak ku maka
janganlah memanggilku lagi”. Maksud dari kalimat tersebut adalah untuk
mengajarkan kita agar menjadi seorang hamba yang menerima lapang dada akan
kehendak Allah serta mengajarkan kita untuk tetap kuat dan sabar dalam
menghadapi cobaan hidup tanpa adanya keluhan. Pada hakekat nya Allah sendiri
tidak suka dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh dari apa yang ia alami.
Kata kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin. Prof. Ali Aziz mempunyai
prinsip hidup "Berani hidup berani, berarti berani menghadapi masalah".
Kata beliau "Tidak berani menghadapi masalah, mati ae, singkat, padat, dan
jelas".
Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop
complanning. Sesungguhnya tidak ada do’a yang tidak dikabulkan, hnya saja
Allah masih melihat proses serta memilih waktu yang tepat, dan melihat kesiapan
hambanya dalam menerimanya, it's all about Timing. Sama halnya seperti
seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya untuk
membelikan sepeda motor besar. Namun, kata ayahnya “ya…nanti kalau kamu sudah besar” maksut dari
ayah tersebut adalah hal yang mustahil anak berumur 3 tahun sudah mengendarai sepeda
motor besar, maka dari itu ayah nya menunggu waktu yang tepat yaitu ketika anak
tersebut sudah dewasa.
Masalah hidup itu realitanya memang
berat, akan tetapi jika kita memiliki mindset bahwa kita yakin bisa
menyelesaikannya dengan mudah insyaAllah maka masalah tersebut akan sangat
mudah dilalui. Berbeda dengan seseorang yang memiliki mindset bahwa masalah yang
dialamu adalah masalah yang sulit dihadapi, maka masalah tersebut akan sulit untuk
dihadapi. Pemikiran manusia sama hal nya seperti perkataan yang tidak diucapkan
dan perkataan itu sama halnya dengan do’a. Oleh karena itu ubahlah mindset, dan
yakinlah pada Allah bahwa Allah akan membantu umatnya dalam menyelasaikan masalah
tersebut. Karena Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umatnya.
Penjelasan diatas menerangkan agar
kita selalu mengingat Allah dimanapun dan kapanpun. Artinya dengan mengingat
Allah kita akan mudah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita dan
menjauhi larangannya, juga menerangkan bagaimana menghadapi suatu masalah dengan
benar serta yakin pada ke-Agungan Allah. Sholat adalah salah satu cars yang ampuh dalam
menghadapi masalah, jika sholat kita sudah baik maka segala sesuatu yang ada pada
diri kita akan baik pula. Dengan sholat kita dapat memiliki keuntungan untuk
lebih dekat dengan Allah dan mengingat Allah. Gerakan dalam sholat memiliki
arti dan fungsi tersendiri, menurut ilmu kedokteran gerakan sholat sangat
membantu kinerja anggota tubuh bagian dalam, salah satunya gerakan sujud
melancarkan peredaran darah jantung sedangkan, menurut ajaran agama Islam
sholat memiliki fungsi tertinggi dalam kehidupan. Contohnya, dengan melakukan
sholat kita diberi ketenangan, ketentraman, dan kemudahan dalam menjalani
kehidupan, juga dapat mendekatkan kita dengan Allah.
Berdo’alah di dalam atau di luar
sholat. Namun yang sangat dianjurkan berdo’alah ketika kamu melakukan atau
melaksanakan sholat, seperti dalam gerakan rukuk dan sujud. Ada yang mengatakan
paling dekat nya hamba dengan Allah ketika ia sujud maka minta lah apa yang
kamu inginkan atau butuhkan. Kita tidak akan bisa mengetahui kapan terkabulnya
do’a, karena terkabulnya do’a ialah salah satu skenario Allah yang dirahasiakan
pada umatnya.
Gerakan PTSB ini dapat memberikan
bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih memahami, mengingat lebih
kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah, lebih percaya diri, dan
selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup menuju hidup yang berkah
dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu cermin syukur kepada Allah.
Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap
gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap
gerakan sholat tersebut, antara lain:
1. Takbiratul Ikhram (berdiri) yang memiliki
kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Takbiratul Ikhram
mengajarkan kita untuk selalu mensyukuri segala sesuatu yang telah kita punya.
2. Rukuk yang memiliki kata kunci TURUT
(Tunduk dan Menurut). Rukuk mengajarkan kita agar selalu menjadi seorang hamba
yang ta’at serta tawadhu' Segala sesuatu hanyalah milik dan dari Allah maka
simpan baik-baik sombongmu.
3. I’tidal (berdiri setelah rukuk) yang memiliki
kata kunci HADIR (Hak pujian dan Takdir). I’tidal mengartikan bahwa yang
mempunyai hak atas pujian hanyala Allah yang maha Agung dan yang menetapkan
takdir setiap makhluk hanyalah Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang
mengetahui takdirnya kecuali Allah. Takdir adalah rahasia Allah dari
pengetahuan semua makhluknya.
4. Sujud yang
memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar Jiwa dan Raga). Sujud ialah
salah satu gerakan sholat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada
Allah, karena pada saat sujud kita sedang berkomunkasi langsung dengan Allah.
Sujud merupakan bentuk rasa maaf atau memohon ampun atas kesalahan-kesalahan
yang telah kita perbuat. Kita akan menyadari dengan sendirinya.
5. Tasyahud
awal (duduk diantara dua sujud) yang memiliki kata kunci AKSI (Ampunan,
Kasih sayang, Sejahtera dan memperkuat Iman). Do’a dalam duduk diantara dua
sujud sangat mencakup atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
6. Tasyahud
akhir (duduk diakhir sholat) yang memiliki kata kunci SOSIAL (Sholawat,
Persaksian dan Tawakkal). Tasyahud akhir menunjukan akan kesaksian kita atas
utusan Allah yang mulia yakni nabi Muhammad saw. serta rasa pasrah kita akan
semua do’a dan usaha yang telah kita lakukan selama ini.
Bagi saya PTSB menyadarkan akan pentingnya
sholat dalam kehidupan sehari-sehari dan membuat lebih memahami makna bacaan
yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti PTSB saya memiliki suatu masalah yang
dari dulu belum dapat saya tangani sendiri, antara lain seperti : saya masih
belum bisa fokus dalam sholat, masih ragu atas diri saya, masih belum bisa
bersyukur dengan apa yang telah saya miliki saat ini, masih mempunyai rasa
dendam atau benci kepada orang yang telah menyakiti saya. Namun, setelah mengikuti
PTSB ini saya banyak belajar dan mengerti tentang caranya Ikhlas, Bersyukur,
dan memaafkan.
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
26 November 2019
PENERAPAN
TERAPI SHOLAT BAHAGIA
(PTSB)

Disusun Oleh:
Ainina Syafa Zelbiana
Mutiarani
B71219056
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh Ali
Aziz. M,Ag
Asisten Dosen:
Ati’ Nursyafa’ah.
M.Kom.I
Komunikasi dan Penyiaran
Islam
Universitas Islam
Negeri Sunan Ampel
2019
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr.Wb
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan ridha-Nya sehingga saya berhasil menyusun makalah tentang “PENERAPAN
TERAPI SHOLAT BAHAGIA” dengan baik. Sholawat serta salam selalu tercurahkan
kepada baginda Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan di dalamnya,
oleh karena itu saya emohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikian makalah ini saya buat, saya ucapkan
terimakasih.
Wassalamualaikum
wr.wb
Ainina Syafa Zelbiana
Mutiarani
27 November 2019
L
PEMBAHASAN
Pendalaman Terapi Sholat Bahagia
adalah metode yang di ambil oleh penemunya yaitu Prof Ali Aziz. M, Ag untuk
memperdalam ke khusyukan umat islam dalam menjalankan ibadah sholat. Pada
tanggal 23 November 2019 lalu beliau mengadakan training PTSB untuk
mahasiswa UIN SUNAN AMPEL SURABAYA khususnya mahasiswa S1 dan S2 Fakultas
Dakwah dan Komunikasi dari beberapa Program Studi seperti : MANAJEMEN DAKWAH,
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM, BIMBINGAN KONSELING ISLAM, PENGEMBANGAN MASYARAKAT
ISLAM dan ILMU KOMUNIKASI, acara tersebut diselenggarakan di Kun Yaquta
Surabaya, setiap yang hadir di acara training tersebut mendapatkan buku supplement
untuk pegangan peserta dalam mengikuti acara training PTSB. Dalam buku supplement
tersebut di jelaskan secara rinci namun jelas tentang buku 60 Menit Terapi Sholat
Bahagia.
Kata beliau jika belum membaca buku 60 Menit
Terapi Sholat Bahagia maka akan membutuhkan waktu yang lama sekitar 2 hari.
Orang umum 2 hari, kalau anak cerdas hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja,
tuturnya. Sebelum kegiatan PTSB kita juga sudah di intruksikan untuk menulis
beberapa syarat mengikuti Pendalaman Terapi Sholat Bahagia, diantaranya ;
1. Menulis 10 orang yang paling berjasa
dalam hidup kita.
2. Menulis 5 orang yang menjengkelkan/
menyakiti kita
3. Menulis 10 dosa yang pernah kita lakukan
4. Menulis 30 nikmat terbesar yang kita
rasakan (sejak kecil hingga sekarang)
5. Menulis 10 masalah yang paling
mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan hidup kita ( ada yang bersifat rahasia
dan ada yang tidak)
Tulisan itu harus dibawah dan disimpan. Kata
beliau cukup kita dan Allah saja yang tau. Dengan bantuang Daftar masalah dan
harapan yang telah disiapkan itu , kita bisa sujud dan rukuk lebih lama dengan
penuh penghayatan.
حَیِّ عَلَی
الصَّلاة
ِ
(Hayya Ala
al-Shalāh)
Mari kita tunaikan Shalat
حَیِّ عَلَی الْفَلاحِ
(Hayya Ala al-Falāh)
Mari Kita Bahagia
Ada dua kata kunci dalam firman Allah
di atas, yaitu khusyuk dan bahagia, bahwa pelaku shalat khusyuk dijamin hidup
sukses dan bahagia. Setiap hari, kita diseru untuk sukses melalui azan, hayya
‘alas shalah, hayya alal falah (ayo shalat dan ayo bahagia). Kita disemangati
terus menerus setiap hari untuk lebih berprestasi dan berbahagia (al falah)
agar kita dapat memimpin dunia, bukan penonton atau orang yang terpuruk dan
terpinggirkan. Shalat khusyuk adalah shalat yang menumbuhkan ketundukan kepada
perintah Allah, kepasrahan dan perasaan senang terhadap apapun dan berapapun
pemberian Allah. Bisakah kekhusyukan diperoleh tanpa memahami makna doa-doa
shalat? Hampir mustahil. Oleh sebab itu, Anda harus memahami arti semua doa
shalat, sekalipun hanya secara global, tidak arti kata perkata. Bagaimana
mengatasi kesulitan pemahaman doa-doa shalat yang tertulis dalam teks Arab itu,
terutama bagi pemula atau mualaf? Sangat mudah, jika diajarkan dengan
keseimbangan otak kiri dan kanan.
Sesuatu yang asalnya berat seperti
batu akan menjadi emas dengan kita merubah mindset agar menuju kebahagiaan.
Kematian yang ditakuti secara berlebihan. Ini juga merupakan sumber kecemasan.
Melalui rukuk dengan posisi kepala yang diserahkan kepada Allah, Anda
diingatkan untuk menyerahkan hidup-mati kepada Allah SWT, sebab kematian
bukanlah pilihan, melainkan kepastian. Dengan menghapus ketakutan itu, Anda
telah menutup pintu-pintu stres. Melalui
rukuk pula, Anda disemangati untuk rendah hati dan hormat kepada siapapun.
Sikap hormat dan menghargai orang dapat mengantarkan Anda hidup lebih bahagia,
sebab sikap itu mengundang simpati banyak orang untuk bekerjasama dalam banyak
hal, termasuk dalam berbisnis untuk menambah penghasilan Anda. Pujian dan
apresiasi orang yang diharap-harap atas apa yang Anda lakukan. Ketika Anda
mengucapkan rabbana walakal hamdu pada waktu bangkit dari rukuk, sebenarnya
Anda sedang bersumpah tidak mengharap balas budi, pujian, apresiasi dan terima
kasih dari siapapun selain Allah, sebab Dia-lah satu-satunya yang berhak
dipuji. Mengharap pujian orang sama dengan merampas hak-hak Allah, sekaligus
membuka sejuta pintu stres. Sebab, menurut Al Qur’an (QS. 34: 13), hanya
sedikit orang yang memberi apresiasi karya orang. Semakin besar harapan
seseorang akan apresiasi orang, semakin terbuka lebar pintu stres. Orang
bahagia tidak akan mengemis apresiasi, tapi justru selalu memberi apresiasi
sekecil apapun jasa orang. Curahan kesedihan hati yang belum tersalurkan kepada
orang paling dipercaya. Oleh sebab itu, salah satu obat stres adalah
mencurahkan masalah hidup sampai tuntas kepada orang yang dipercaya dan
bersedia mendengarkannya, sekalipun orang itu tidak dapat memberikan solusi.
Ketika bersujud minimal 30 detik dan Anda mencurahkan isi hati sepuas-pusanya,
maka berkuranglah beban psikologis Anda, sebab semua curahan hati telah
ditumpahkan kepada Allah SWT disertai keyakinan bahwa Allah akan mengambil alih
semua masalah yang Anda hadapi. Dosa-dosa masa lalu. Melalui doa pada posisi
duduk di antara dua sujud, Anda diyakinkan bahwa tidaklah mungkin, Allah Yang
Maha Pengasih dan Maha Pengampun tidak mengampuni dan mengasihi orang yang
shalat, dan merengek meminta belas kasih dan ampunan kepada-Nya. Pesimis dan
minder. Lihatlah, betapa gelap dan ciut muka orang yang tidak percaya diri,
pesimis dan putus asa. Itulah tanda orang yang “kafir” dan menderita (QS. 14:7
dan 12:87). Melalui syahadat pada posisi tasyahud, keimanan Anda dikuatkan
sehingga lebih percaya diri dan optimis, bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan
yang berhak disembah dan diyakini sebagai sumber energi untuk mengarungi masa
depan. Sekarang, lihatlah, betapa cerah dan ceria muka orang yang optimis.
PTSB memberikan bimbingan dan praktek sholat agar kita dapat memahami
dan mengingat lebih kuat serta mampu memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah,
percaya diri, dan optimis dalam menyelesaikan semua masalah menuju hidup yang
bahagia, hanya pribadi yang bahagialah yang bisa memaksimalkan kehidupan yang
lebih produktif, kreatif, dan membahagiakan orang sekitar.
Pentingkah PTSB? Tujuan founder
mengadakan PTSB ini adalah agar manusia lebih taat beribadah dan mampu mengubah
mindset mereka untuk beribadah dengan ikhlas, ridho dan menerima semua keputusan
yang telah ditetapkan oleh Allah, serta memberikan kesembuhan dari berbagai
macam penyakit. Bukan founder atau pesertanya yang hebat, melainkan penghayatan
dan keyakinan dalam sholatnya yang luar biasa. Tujuan utama sholat adalah
kokohnya T2Q (Tawakkal, Tuma'ninah, dan Qona'ah), sedangkan kesembuhan, rezeki,
dan sebagainya semata-mata hanyalah sebagai bonus.
Manusia pasti memiliki rencana tersendiri,
namun sebaik-baiknya rencana kita dalam merencanakan suatu hal, rencana Allah
adalah yang terbaik. Kita menginginkan sehat sedangkan Allah menginginkan kita
sakit, kita menilai seseorang itu baik sedangkan penilaian Allah ia jelek,
banyak hal yang kita inginkan atau kita sukai namun keinginan tersebut belum
tentu sama dengan keinginan Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu
firman Allah yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat
baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk
bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. al-Baqarah:216).
Seperti halnya dengan seseorang yang
ingin selamat dalam perjalanannya, namun Allah menginginkan ia tidak selamat
dalam artian ia mengalami kecelakaan. Akan tetapi dengan kecelakaan tersebut ia
menerima suatu kenikmatan dari Allah yaitu bertemu dengan seorang pria yang menjadi
jodohnya. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk menghadapi masalah hidup,
karena setiap masalah pasti ada hikmahnya tersendiri. Itulah salah satu contoh
dari skenario Allah kepada hamba Nya.
Dalam sebuah hadist mengatakan “Barang
siapa yang tidak suka dengan kehendak ku maka carilah Tuhan selain aku dan
barang siapa yang mengeluh enak atau tidak enaknya dengan kehendak ku maka
janganlah memanggilku lagi”. Maksud dari kalimat tersebut adalah untuk
mengajarkan kita agar menjadi seorang hamba yang menerima lapang dada akan
kehendak Allah serta mengajarkan kita untuk tetap kuat dan sabar dalam
menghadapi cobaan hidup tanpa adanya keluhan. Pada hakekat nya Allah sendiri
tidak suka dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh dari apa yang ia alami.
Kata kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin. Prof. Ali Aziz mempunyai
prinsip hidup "Berani hidup berani, berarti berani menghadapi masalah".
Kata beliau "Tidak berani menghadapi masalah, mati ae, singkat, padat, dan
jelas".
Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop
complanning. Sesungguhnya tidak ada do’a yang tidak dikabulkan, hnya saja
Allah masih melihat proses serta memilih waktu yang tepat, dan melihat kesiapan
hambanya dalam menerimanya, it's all about Timing. Sama halnya seperti
seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya untuk
membelikan sepeda motor besar. Namun, kata ayahnya “ya…nanti kalau kamu sudah besar” maksut dari
ayah tersebut adalah hal yang mustahil anak berumur 3 tahun sudah mengendarai sepeda
motor besar, maka dari itu ayah nya menunggu waktu yang tepat yaitu ketika anak
tersebut sudah dewasa.
Masalah hidup itu realitanya memang
berat, akan tetapi jika kita memiliki mindset bahwa kita yakin bisa
menyelesaikannya dengan mudah insyaAllah maka masalah tersebut akan sangat
mudah dilalui. Berbeda dengan seseorang yang memiliki mindset bahwa masalah yang
dialamu adalah masalah yang sulit dihadapi, maka masalah tersebut akan sulit untuk
dihadapi. Pemikiran manusia sama hal nya seperti perkataan yang tidak diucapkan
dan perkataan itu sama halnya dengan do’a. Oleh karena itu ubahlah mindset, dan
yakinlah pada Allah bahwa Allah akan membantu umatnya dalam menyelasaikan masalah
tersebut. Karena Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umatnya.
Penjelasan diatas menerangkan agar
kita selalu mengingat Allah dimanapun dan kapanpun. Artinya dengan mengingat
Allah kita akan mudah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita dan
menjauhi larangannya, juga menerangkan bagaimana menghadapi suatu masalah dengan
benar serta yakin pada ke-Agungan Allah. Sholat adalah salah satu cars yang ampuh dalam
menghadapi masalah, jika sholat kita sudah baik maka segala sesuatu yang ada pada
diri kita akan baik pula. Dengan sholat kita dapat memiliki keuntungan untuk
lebih dekat dengan Allah dan mengingat Allah. Gerakan dalam sholat memiliki
arti dan fungsi tersendiri, menurut ilmu kedokteran gerakan sholat sangat
membantu kinerja anggota tubuh bagian dalam, salah satunya gerakan sujud
melancarkan peredaran darah jantung sedangkan, menurut ajaran agama Islam
sholat memiliki fungsi tertinggi dalam kehidupan. Contohnya, dengan melakukan
sholat kita diberi ketenangan, ketentraman, dan kemudahan dalam menjalani
kehidupan, juga dapat mendekatkan kita dengan Allah.
Berdo’alah di dalam atau di luar
sholat. Namun yang sangat dianjurkan berdo’alah ketika kamu melakukan atau
melaksanakan sholat, seperti dalam gerakan rukuk dan sujud. Ada yang mengatakan
paling dekat nya hamba dengan Allah ketika ia sujud maka minta lah apa yang
kamu inginkan atau butuhkan. Kita tidak akan bisa mengetahui kapan terkabulnya
do’a, karena terkabulnya do’a ialah salah satu skenario Allah yang dirahasiakan
pada umatnya.
Gerakan PTSB ini dapat memberikan
bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih memahami, mengingat lebih
kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah, lebih percaya diri, dan
selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup menuju hidup yang berkah
dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu cermin syukur kepada Allah.
Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap
gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap
gerakan sholat tersebut, antara lain:
1. Takbiratul Ikhram (berdiri) yang memiliki
kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Takbiratul Ikhram
mengajarkan kita untuk selalu mensyukuri segala sesuatu yang telah kita punya.
2. Rukuk yang memiliki kata kunci TURUT
(Tunduk dan Menurut). Rukuk mengajarkan kita agar selalu menjadi seorang hamba
yang ta’at serta tawadhu' Segala sesuatu hanyalah milik dan dari Allah maka
simpan baik-baik sombongmu.
3. I’tidal (berdiri setelah rukuk) yang memiliki
kata kunci HADIR (Hak pujian dan Takdir). I’tidal mengartikan bahwa yang
mempunyai hak atas pujian hanyala Allah yang maha Agung dan yang menetapkan
takdir setiap makhluk hanyalah Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang
mengetahui takdirnya kecuali Allah. Takdir adalah rahasia Allah dari
pengetahuan semua makhluknya.
4. Sujud yang
memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar Jiwa dan Raga). Sujud ialah
salah satu gerakan sholat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada
Allah, karena pada saat sujud kita sedang berkomunkasi langsung dengan Allah.
Sujud merupakan bentuk rasa maaf atau memohon ampun atas kesalahan-kesalahan
yang telah kita perbuat. Kita akan menyadari dengan sendirinya.
5. Tasyahud
awal (duduk diantara dua sujud) yang memiliki kata kunci AKSI (Ampunan,
Kasih sayang, Sejahtera dan memperkuat Iman). Do’a dalam duduk diantara dua
sujud sangat mencakup atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
6. Tasyahud
akhir (duduk diakhir sholat) yang memiliki kata kunci SOSIAL (Sholawat,
Persaksian dan Tawakkal). Tasyahud akhir menunjukan akan kesaksian kita atas
utusan Allah yang mulia yakni nabi Muhammad saw. serta rasa pasrah kita akan
semua do’a dan usaha yang telah kita lakukan selama ini.
Bagi saya PTSB menyadarkan akan pentingnya
sholat dalam kehidupan sehari-sehari dan membuat lebih memahami makna bacaan
yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti PTSB saya memiliki suatu masalah yang
dari dulu belum dapat saya tangani sendiri, antara lain seperti : saya masih
belum bisa fokus dalam sholat, masih ragu atas diri saya, masih belum bisa
bersyukur dengan apa yang telah saya miliki saat ini, masih mempunyai rasa
dendam atau benci kepada orang yang telah menyakiti saya. Namun, setelah mengikuti
PTSB ini saya banyak belajar dan mengerti tentang caranya Ikhlas, Bersyukur,
dan memaafkan.
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
26 November 2019

