Monday, September 30, 2019


KANDUNGAN POKOK
AL-QURAN

Disusun Oleh
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
B71219056
Dosen Pengampu
Prof. Dr. Moh Ali Aziz. M,Ag Asisten Dosen
Ati’ Nursyafa’ah. M.Kom.I
Komunikasi dan Penyiaran Islam 
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
2019




KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb 
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya sehingga saya berhasil menyusun makalah tentang
KANDUNGAN POKOK AL-QURAN” dengan baik. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan di dalamnya, oleh karena itu saya emohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikian makalah ini saya buat, saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani 
23 Agustus 2019





DAFTAR ISI




             

BAB I

PEMBAHASAN

A. KANDUNGAN AL-QURAN

[1] Al-Qur’an bukan hanya sebagai obat (al-syifa’), tulisan (al- kitab), bacaan (al-Quran) , pembeda antara benar dan salah (al- furqan), petunjuk (al-huda), kitab yang diturunkan (al-tanzil), dan sebagainya melainkan perpaduan dari semuanya (multi fungsi.  
Apabila Anda membaca al-Qur’an, maknanya akan jelas di hadapan Anda. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi, Anda juga akan menemukan makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. Demikian seterusnya sampai-sampaianda (dapat) menemukan kalimat atau kata yang bermacam-macam. Semuanya benar atau
 
mungkin benar. Ayat-ayat al-Qur’an bagaikan intan. Setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. Tidak mustahil, jika Anda mempersilakan orang lain memandangnya, maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat.
[2]Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat islam berisi pokok-pokok ajaran yang berguna sebagai tuntunan manusia dalam menjalani kehidupan. Berbicara tentang pokok al-Qur’an biasanya dikaitkan dengan surat al-Fatihah yang disebut juga dengan ummul kitab karna isi surat Al-Fatihah mencakup seluruh kandungan pokok al-Quran yaitu:
1)   Ajaran tauhid yang tercantum dalam ayat kedua dan keenam dari surat
Al-Fatihah.Ayat pertama menyatakan bahwa hanya Allah lah yang berhak menerima segala
pujian dan syukur karena pada hakekatnya segala nikmat yang didapat oleh manusia bersumber dari Allah. Ayat keenam menyatakan bahwa hanya Tuhanlah (Allah) yang disembah dan dimintai pertolongan.
2)   Janji dan ancaman yang tercermin dalam ayat ketiga yang menyatakan bahwa Allah adalah yang berkuasa pada Hari Pembalasan (Qiyamat) yang memberi pahala kepada orang yang beramal baik, maupun memberi hukuman dan siksaan kepada orang yang berbuat jelek
3)   Ibadah yang terdapat pada ayat ke empat 
4)   Jalan menuju kebahagiaan hidup termaktub dalam ayat kelima. Ayat tersebut mengingatkan pada manusia agar menempuh jalan yang lurus yang di rihdhai oleh Allah untuk mencapai kebahagiaan hidupnya di dunia dan di akhirat; dan 
5)   Berita-berita atau cerita-cerita umat terdahulu. Kisah-kisah umat terdahulu termaktub dalam ayat ketujuh. Ayat tersebut menjelaskan adanya dua kelompok manusia yaitu; pertama, orang-orang yang mendapat nikmat dan rahmat Allah karena mereka beragamaa dan taat serta konsekuen terhadap ajaran agamanya; kedua, orang-orang yang sesat karena mereka menyeleweng atau menaantang ajaran Allah.
[3] al-Qur’an dapat memecahkan perosalan-persoalan kemanusian di berbagai segi kehidupan, baik yang berkaitan dengan masalah kejiwaan, jasmanai, sosial, ekonomi, maupun politik, dengan pemecahan yang penuh bijaksana, karena ia diturunkan oleh yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Untuk menjawab problem yang ada, al-Qur’an melekatkan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan oleh manusia, yang relevan, di segala zaman. Dengan demikian, al-Qur’an akan selalu aktual di setiap waktu dan tempat. Sebab, Islam adalah agama abadi.
[4] Ajaran al-Qur’an menjadi tiga aspek, yakni 
1.     akidah yaitu ajaran tentang keimanan dan keEsaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari
pembalasan; 
2.     syari’ah, yaitu ajaran tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan sesamanya; dan
3.     akhlak, yakni ajaran tentang norman-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual atau kolektif.[5]Pencapaian ketiga tujuan pokok ini diusahakan oleh al-Qur’an melalui empat cara, yaitu :
a)  Perintah memperhatikan alam raya,
b)  Mengamati      pertumbuhan   dan
       perkembangan manusia
c)  Kisah-kisah, dan 
d)  Janji serta ancaman duniawi atau       ukhrawi.
Tiada bacaan seperti al-Qur’an yang diatur tatacara membacanya, mana yang dipendekkan, mana yang dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, di mana tempat yang
 
terlarang atau boleh, atau harus memulai dan berhenti, bahkan diluar lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya.
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mendapatkan perhatian begitu besar dari kaum muslim. [6] Sebagai kalam Allah, al-Qur’an mempunyai kekuatan internal yang dipercaya tidak dapat ditiru dan ditandingi. Karena itu, al-Qur’an menjadi mu’jizat terbesar Nabi Muhammad. Kekuatan Internal yang dikandung al-Qur’an itulah yang disebut I’jaz al-quran, yakni kekuatan yang melemahkan daya manusia untuk meniru al-Qur’an. Karena itulah al-Qur’an menentang manusia untuk meniru atau menciptakan satu atau sepuluh surat saja yang kualitasnya sama dengan al-Qur’an. Andaikan jin dan manusia berhimpun untuk meniru al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan mampu meskipun mereka berkerja sama.
Al-Qurthubi dalam tafsirnya Sepuluh Aspek kemukjizatan al-Qur’an yaitu: 
1)   Keindahan komposisi yang berbeda dari komposisi sastra manapun yang biasa dalam bahasa Arab
2)   Gaya bahasa yang unik dan berbeda dari gaya bahasa biasanya bahasa Arab
3)   Kekayaan konsep dengan pengungkapan yang efisien yang tidak mungkin ditiru oleh makhluk
4)   Penetapan syari’at yang cermat dan sempurna yang melampaui segala hukum buatan manusia
5)   Pemberitaan yang ghaib yang tidak mungkin dapat diketahui kecuali dengan wahyu
6)   Tidak bertentangan dengan ilmu-ilmu kawniyah (alam) yang sudah pasti
kebenarannya
7)   Pemenuhan janji-janji baik atau buruk yang telah dijanjikan dalam ayat-ayat yang turun sebelumnya
8)   Kekeyaan ilmu pengetahuan yang dikandungnya berupa ilmu-ilmu syari’at dan alam
9)   Memenuhi keperluan manusia, dan; 
10)           Kesan yang melekat pada setiap orang yang mendengar atau membaca baik mukmin maupun kafir. Daya pesona langgam Al-Quran begitu tinggi dan diakui oleh orang kafir sekalipun.


Adanya beberapa kisah dalam al-Quran sesungguhnya membawa banyak faedah, yang terpenting di antaranya adalah sebagai berikut:
a.     Menjelaskan asas-asas dakwah menuju Allah dan menjelaskan pokok-pokok syari’at yang di bawah oleh Nabi. 
b.     Meneguhkan hati Rasulullah dan hati umat Muhammad atas agama Allah, memperkuat kepercayaan orang mukmin tentang menangnya kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya kebatilan dan para pembelanya.
.
[7] Al-Qur’an berisipesan-pesan tersebut tidak berbeda dengan risalah yang dibawah oleh Adam, Nuh, Ibrahim, dan rasul-rasul lainnya sampai kepada Nabi Isa AS. Risalah itu adalah mentauhidkan Allah, yaitu ma lakum min gayruh  (tidk ada bagi kamu Tuhan selain-Nya). Konsep ketuhanan yang diajarkan oleh al-Quran tidak berbeda dengan konsep ketuhanan yang diajarkan semua nabi dan rasul yang pernah Allah utus di dunia. Hanya persoalan hokum atau syariat saja yang selalu berubah sesuai dengan perubahan situassi dan kondisi di mana nabi itu di utus.
Al-quran itu adalah firman Allah SWT, bukan rekayasa manusia. Sebab itu, betapapun pintarnya manusia itu dan tingginya ilmu pengetahuan mereka, namun tidak akan sanggup menjangkau seluruh isi dan kandungan wahyu Allah trsebut.
 Bagaimanapun juga, kita sering membaca perbincangan al-Qur’an mngenai bumi, tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, jagat raya, fenomena alam, dan sejarah.
Perbincangan tersebut dalam kitab suci ini, merupakan rangkaian pembelajaran bagi umat manusia mengenai tauhid dan ketundukan kepada Allah. 
[8] Meskipun demikian, sekedar menunjukkan garis –garis besar saja yang dapat dijangkau akal fkiran manusia yang terbatas, ada beberapa pokok saja mengenai kandungan pokok al-Qur’an, yaitu :
1.     Keimanan (Tauhid), yaitu ajaran-ajaran tentang kepecayaan atau keimanan kepada Allah,  iman kepada para Rasul-Nya, iman kepada hari kiamat, iman kepada qadla dan qadar (ketentuan-ketentuan yang digariskan Allah). Temasuk juga pembasmian terhadap
kepercayaan-kepercayaan syirik, kufur, dan atheism serta kemunafikan sampai ke akar-akarnya
2.     Ajaran tentang ibadah, yaitu pengabdian makhluk kepada
Khaliknya. Begitu juga ajaran-ajaran tentang budi pekerti yang baik, akhlak yang luhur yang harus dipakai, baik terhadap  Tuhan maupun terhadap sesama makhluk hidup
3 Hukum dan peraturan-peraturan, yaitu ajaran yang mengatur tentang aturan-aturan yang berhubungan dengan segala bidang, baik dalam hubungannya dengan Tuhan maupun yang berhubungan dengan sesama manusia. Hukum-hukum yang mengatur hubungan (komunikasi) manusia dengan Allah, disebut al-‘ibadah, dan hokum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan sesama, disebut al-mu’amalah.
[9] Setiap muslim menyadari, bahwa al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan pedoman hidup dan dasar setiap langkah hidup.
Al-Qur’an bukan sekedar mengatur hubungan manusia dengan Rabbnya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitarnya. Pendeknya, al-Qur’an mengatur      dan memimpin       semua segi  kehidupan manusia demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
     Sumber pokok ajaran islam adalah al-Qur’an. Segala pokok syari’at dan dalil-dalil syar’I yang mecakup seluruh aspek hokum bagi manusia dalam menjalani hidup didunia dan di akhirat 
Pokok-pokok ajaran yang ada dalam al-Qur’an adalah sebagai berikut:
1.     Aqidah
[10] Aqidah dari segi bahasa berarti ikatan atau sangkutan atau menyimpulkan sesuatu, [11]di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin (keyakinan) dan al jazmu (penetapan). Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan dari yang mengambil keputusan. [12]Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seseorang secara pasti adalah aqidah baik itu benar ataupun salah
 2   Ibadah
[13]Secara bahasa berarti merendahkan diri dan tunduk. Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan
anggota badan. Rasa takut (khauf), mengharap (raja’),dan  cinta (mahabbah) adalah ibadah qalbiyah (hati). Sedangkan sholat, zakat, haji, dan puasa adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik)
3.     Akhlak
[14]Akhlak adalah tingkah laku lahiriah yang spontan dilakukan seseorang  sebagai cerminan hati yang menciptakan hubungan baik anatarpribadi dengan pribadi dan
antarmasyarakat dengan sesama
4.     Hukum
[15] Hukum slam mencakup segala hukum sekaligus yaitu hokum public, hukum privat, hukum nasional, dan hukum Internasional dimana barat tidak menganggapnya sebagai hukum.
5         [16]   Dasar-dasar ilmu pengetahuan  (sains)
Ilmu pengetahuan termasuk dalam kandungan pokok al-Qur’an , bahkan kata ‘ilm (ilmu) disebut dalam al-Qur’an sebanyak 105 kali. Sains merupakan salah satu kebutuhan agama islam, setiap kali umat islam melakukan ibadah selalu memerlukan penentuan waktu dan tempat yang tepat, umpamanya melaksanakan sholat, menentukan awal masuk bulan ramadhan, pelaksanaan haji semuanya punya waktu tertentu dan memnentukan waktu yang tepat dbutuhkan ilmu astronomi.

6              Sejarah
17Sejarah adalah terjemahan dari kata tarikh (bahasa arab) dan
( bahasa inggris). Semua kata yang berasal dari bahsa yunani yaitu istoria yang berarti ilmu , yang digunakan untuk penjelasan mengenai gejala-gejala manusia dalam urutan kronologis.
           

KESIMPULAN


Kandungan pokok Al-Quran ada 6 yaitu :
1.     Akidah
2.     Ibadah
3.     Akhlak
4.     Hukum
5.     Ilmu pengetahuan (sains)
6.     Sejarah
Al-Qur’an berisi pesan-pesan tersebut tidak berbeda dengan risalah yang dibawah oleh Adam, Nuh, Ibrahim, dan rasul-rasul lainnya sampai kepada Nabi Isa AS. Risalah itu adalah mentauhidkan Allah, yaitu ma lakum min gayruh  (tidk ada bagi kamu Tuhan selain-Nya). Konsep ketuhanan yang diajarkan oleh al-Quran tidak berbeda dengan konsep ketuhanan yang diajarkan semua nabi dan rasul yang pernah Allah utus di dunia. Hanya persoalan hokum atau syariat saja yang selalu berubah sesuai dengan perubahan situassi dan kondisi di mana nabi itu di utus.





DAFTAR PUSTAKA


Aziz, Moh. Ali, Mengenal Tuntas al-Qur’an. (Surabaya : IMTIYAZ) 2018
Hadhiri Choiruddin,  Klasifikasi Kandungan al-Qur’an ( Jakarta, Gema Insani) 2005
Yusuf, M. Kadar,  Studi al-Qur’an (Jakarta, AMZAH) 2010
Karman, Materi al-Qur’an (Jakarta, Hilliana Press)2014
Al-Qathan, Manna Khalil, Pengantar Studi al-Qur’an (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar) 2005
MKD UINSA, Studi al- Qur’an (Surabaya: UIN Sunan Ampel Press) 2013
Tolchah, Moch, Pengkajian Studi al-Qur’an (Yogyakarta, LKiS Pelangi Aksara) 2016
Yasir, Muhammad, Studi al-Qur’an (Riau, Asa
Riau)2016
Shihab, M. Quraish, Membumikan al-Qur’an (Bandung, Mizan)1992



[1] Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, (Surabaya: IMTIYAZ, 2018) 109
[2] MKD UINSA, Studi Al-Qur’an (Surabaya: UIN Sunan Ampel press 2013 ) 10
[3] Manna Al-Qathan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, (Jakarta:
Pustaka Al-Kautsar, 2005) 15
[4] Quraish Shihab. Membmikan al-Quran: Fungsi dan Peran wahyu dalam kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan,1992) 40
[5] Quraish Shihab,Tafsir Misbah vol 1, (Jakarta:Lentera Hati, 2000)
[6] Moch. Tokhah Aneka pengkajian sutdi al-Qur’an
(Yogyakarta:LKiS Pelangi Aksara 2016)
[7] Kadar M. Yusuf Studi al-Qur’an (Jakarta: AMZAH 2010) 163
[8] Muhammad Yasir, Studi al-Qur’an (Riau: Asa Riau 2016) 17
[9] Choiruddin Hadhiri Klasifikasi Kandungan al-Qur’an
(Jakarta: GEMA INSANI 2005) 2
[10] Ohan Sudjana, Fenomena Aqidah Islamiyah Berdasarkan
Quran dan sunnah, (Jakarta: Media Dakwah, 1994) 8
[11] Nasrudin Razak, Dienul Islam, penafsiran kembali islam sebagai suatu Aqidah dan way of life
( Bandung: PT Al-Ma’arif,1989)30
[12] Ibid hal 59
[13] Karman, Materi al-Qur’an, (Jakarta: Hilliana press, 2014)23-24
[14] Ibid hal 5
[15] J.N.D Andeson, Hukum Islam di Dunia Moden *terjemah oleh : Machum Husein. (Surabaya:Amarpress, 1990) 4
[16] Manna Al-Qathan, Pengantar Studi ilmu al-Qur’an (Jakarta:
Pustaka Al-Kautsar, 2008) 3