KANDUNGAN POKOK
AL-QURAN
Disusun Oleh
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
B71219056
Dosen Pengampu
Prof. Dr. Moh Ali
Aziz. M,Ag Asisten Dosen
Ati’ Nursyafa’ah. M.Kom.I
Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
2019
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Segala puji bagi Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya sehingga saya berhasil menyusun makalah
tentang
“KANDUNGAN POKOK AL-QURAN” dengan baik.
Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW beserta
para sahabat beliau.
Saya menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan dan
kekurangan di dalamnya, oleh karena itu saya emohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikian makalah ini saya buat,
saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb
Ainina
Syafa Zelbiana Mutiarani
23 Agustus 2019
DAFTAR ISI
BAB I
PEMBAHASAN
A. KANDUNGAN
AL-QURAN
[1] Al-Qur’an bukan hanya
sebagai obat (al-syifa’), tulisan (al- kitab), bacaan (al-Quran) , pembeda antara benar dan salah (al- furqan), petunjuk (al-huda),
kitab yang diturunkan (al-tanzil), dan
sebagainya melainkan perpaduan dari semuanya (multi fungsi.
Apabila Anda
membaca al-Qur’an, maknanya akan jelas di hadapan Anda. Tetapi bila anda
membacanya sekali lagi, Anda juga akan menemukan makna-makna lain yang berbeda
dengan makna-makna sebelumnya. Demikian seterusnya sampai-sampaianda (dapat)
menemukan kalimat atau kata yang bermacam-macam. Semuanya benar atau
mungkin benar. Ayat-ayat al-Qur’an bagaikan intan.
Setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbda dengan apa yang terpancar dari
sudut-sudut lain. Tidak mustahil, jika Anda mempersilakan orang lain memandangnya,
maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat.
[2]Al-Qur’an
sebagai pedoman hidup umat islam berisi pokok-pokok ajaran yang berguna sebagai
tuntunan manusia dalam menjalani kehidupan. Berbicara tentang pokok al-Qur’an
biasanya dikaitkan dengan surat al-Fatihah yang disebut juga dengan ummul kitab
karna isi surat Al-Fatihah mencakup seluruh kandungan pokok al-Quran yaitu:
1) Ajaran
tauhid yang tercantum dalam ayat kedua dan keenam dari surat
Al-Fatihah.Ayat pertama
menyatakan bahwa hanya Allah lah yang berhak menerima segala
pujian dan syukur karena pada hakekatnya segala
nikmat yang didapat oleh manusia bersumber dari Allah. Ayat keenam menyatakan
bahwa hanya Tuhanlah (Allah) yang disembah dan dimintai pertolongan.
2) Janji
dan ancaman yang tercermin dalam ayat ketiga yang menyatakan bahwa Allah adalah
yang berkuasa pada Hari Pembalasan (Qiyamat) yang memberi pahala kepada orang
yang beramal baik, maupun memberi hukuman dan siksaan kepada orang yang berbuat
jelek
3) Ibadah
yang terdapat pada ayat ke empat
4) Jalan
menuju kebahagiaan hidup termaktub dalam ayat kelima. Ayat tersebut
mengingatkan pada manusia agar menempuh jalan yang lurus yang di rihdhai oleh
Allah untuk mencapai kebahagiaan hidupnya di dunia dan di akhirat; dan
5) Berita-berita
atau cerita-cerita umat terdahulu. Kisah-kisah umat terdahulu termaktub dalam
ayat ketujuh. Ayat tersebut menjelaskan adanya dua kelompok manusia yaitu; pertama, orang-orang yang mendapat
nikmat dan rahmat Allah karena mereka beragamaa dan taat serta konsekuen
terhadap ajaran agamanya; kedua,
orang-orang yang sesat karena mereka menyeleweng atau menaantang ajaran Allah.
[3]
al-Qur’an dapat memecahkan perosalan-persoalan kemanusian di berbagai
segi kehidupan, baik yang berkaitan dengan masalah kejiwaan, jasmanai, sosial,
ekonomi, maupun politik, dengan pemecahan yang penuh bijaksana, karena ia
diturunkan oleh yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Untuk menjawab problem
yang ada, al-Qur’an melekatkan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan
oleh manusia, yang relevan, di segala zaman. Dengan demikian, al-Qur’an akan
selalu aktual di setiap waktu dan tempat. Sebab, Islam adalah agama abadi.
1. akidah yaitu ajaran tentang keimanan
dan keEsaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari
pembalasan;
2. syari’ah, yaitu ajaran tentang hubungan
manusia dengan Tuhan dan sesamanya; dan
3. akhlak, yakni ajaran tentang
norman-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam
kehidupannya secara individual atau kolektif.[5]Pencapaian
ketiga tujuan pokok ini diusahakan oleh al-Qur’an melalui empat cara, yaitu :
a) Perintah
memperhatikan alam raya,
b) Mengamati
pertumbuhan dan
perkembangan
manusia
c) Kisah-kisah,
dan
d) Janji
serta ancaman duniawi atau ukhrawi.
Tiada bacaan seperti al-Qur’an
yang diatur tatacara membacanya, mana yang dipendekkan, mana yang dipanjangkan,
dipertebal atau diperhalus ucapannya, di mana tempat yang
terlarang atau boleh, atau harus memulai dan
berhenti, bahkan diluar lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya.
Al-Qur’an merupakan kitab suci
yang mendapatkan perhatian begitu besar dari kaum muslim. [6]
Sebagai kalam Allah, al-Qur’an mempunyai kekuatan internal yang dipercaya
tidak dapat ditiru dan ditandingi. Karena itu, al-Qur’an menjadi mu’jizat
terbesar Nabi Muhammad. Kekuatan Internal yang dikandung al-Qur’an itulah yang
disebut I’jaz al-quran, yakni
kekuatan yang melemahkan daya manusia untuk meniru al-Qur’an. Karena itulah
al-Qur’an menentang manusia untuk meniru atau menciptakan satu atau sepuluh
surat saja yang kualitasnya sama dengan al-Qur’an. Andaikan jin dan manusia
berhimpun untuk meniru al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan mampu meskipun
mereka berkerja sama.
Al-Qurthubi dalam tafsirnya
Sepuluh Aspek kemukjizatan al-Qur’an yaitu:
1) Keindahan
komposisi yang berbeda dari komposisi sastra manapun yang biasa dalam bahasa
Arab
2) Gaya
bahasa yang unik dan berbeda dari gaya bahasa biasanya bahasa Arab
3) Kekayaan
konsep dengan pengungkapan yang efisien yang tidak mungkin ditiru oleh makhluk
4) Penetapan
syari’at yang cermat dan sempurna yang melampaui segala hukum buatan manusia
5) Pemberitaan
yang ghaib yang tidak mungkin dapat diketahui kecuali dengan wahyu
6) Tidak
bertentangan dengan ilmu-ilmu kawniyah (alam)
yang sudah pasti
kebenarannya
7) Pemenuhan
janji-janji baik atau buruk yang telah dijanjikan dalam ayat-ayat yang turun
sebelumnya
8) Kekeyaan
ilmu pengetahuan yang dikandungnya berupa ilmu-ilmu syari’at dan alam
9) Memenuhi
keperluan manusia, dan;
10)
Kesan yang melekat pada setiap orang yang
mendengar atau membaca baik mukmin maupun kafir. Daya pesona langgam Al-Quran
begitu tinggi dan diakui oleh orang kafir sekalipun.
Adanya beberapa kisah dalam
al-Quran sesungguhnya membawa banyak faedah, yang terpenting di antaranya
adalah sebagai berikut:
a. Menjelaskan
asas-asas dakwah menuju Allah dan menjelaskan pokok-pokok syari’at yang di
bawah oleh Nabi.
b. Meneguhkan
hati Rasulullah dan hati umat Muhammad atas agama Allah, memperkuat kepercayaan
orang mukmin tentang menangnya kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya
kebatilan dan para pembelanya.
.
[7]
Al-Qur’an berisipesan-pesan tersebut tidak berbeda dengan risalah yang dibawah oleh Adam, Nuh,
Ibrahim, dan rasul-rasul lainnya sampai kepada Nabi Isa AS. Risalah itu adalah mentauhidkan Allah,
yaitu ma lakum min gayruh (tidk ada bagi kamu Tuhan selain-Nya). Konsep
ketuhanan yang diajarkan oleh al-Quran tidak berbeda dengan konsep ketuhanan
yang diajarkan semua nabi dan rasul yang pernah Allah utus di dunia. Hanya
persoalan hokum atau syariat saja yang selalu berubah sesuai dengan perubahan
situassi dan kondisi di mana nabi itu di utus.
Al-quran itu adalah firman Allah
SWT, bukan rekayasa manusia. Sebab itu, betapapun pintarnya manusia itu dan
tingginya ilmu pengetahuan mereka, namun tidak akan sanggup menjangkau seluruh
isi dan kandungan wahyu Allah trsebut.
Bagaimanapun juga, kita sering membaca perbincangan
al-Qur’an mngenai bumi, tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, jagat raya,
fenomena alam, dan sejarah.
Perbincangan tersebut dalam kitab suci ini,
merupakan rangkaian pembelajaran bagi umat manusia mengenai tauhid dan
ketundukan kepada Allah.
[8]
Meskipun demikian, sekedar menunjukkan garis –garis besar saja yang dapat
dijangkau akal fkiran manusia yang terbatas, ada beberapa pokok saja mengenai
kandungan pokok al-Qur’an, yaitu :
1. Keimanan
(Tauhid), yaitu ajaran-ajaran tentang kepecayaan atau keimanan kepada
Allah, iman kepada para Rasul-Nya, iman
kepada hari kiamat, iman kepada qadla dan qadar (ketentuan-ketentuan yang
digariskan Allah). Temasuk juga pembasmian terhadap
kepercayaan-kepercayaan syirik,
kufur, dan atheism serta kemunafikan sampai ke akar-akarnya
2. Ajaran
tentang ibadah, yaitu pengabdian makhluk kepada
Khaliknya. Begitu juga ajaran-ajaran tentang budi
pekerti yang baik, akhlak yang luhur yang harus dipakai, baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama makhluk hidup
3 Hukum dan peraturan-peraturan, yaitu
ajaran yang mengatur tentang aturan-aturan yang berhubungan dengan segala
bidang, baik dalam hubungannya dengan Tuhan maupun yang berhubungan dengan
sesama manusia. Hukum-hukum yang mengatur hubungan (komunikasi) manusia dengan
Allah, disebut al-‘ibadah, dan hokum-hukum
yang mengatur hubungan manusia dengan sesama, disebut al-mu’amalah.
[9]
Setiap muslim menyadari, bahwa al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan
pedoman hidup dan dasar setiap langkah hidup.
Al-Qur’an bukan sekedar mengatur hubungan manusia
dengan Rabbnya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam
sekitarnya. Pendeknya, al-Qur’an mengatur dan
memimpin semua
segi
kehidupan manusia demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Sumber pokok ajaran islam adalah al-Qur’an. Segala
pokok syari’at dan dalil-dalil syar’I
yang mecakup seluruh aspek hokum bagi manusia dalam menjalani hidup didunia dan
di akhirat
Pokok-pokok ajaran yang ada dalam
al-Qur’an adalah sebagai berikut:
1. Aqidah
[10]
Aqidah dari segi bahasa berarti ikatan
atau sangkutan atau menyimpulkan
sesuatu, [11]di
antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin (keyakinan) dan al jazmu (penetapan).
Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan dari yang mengambil keputusan.
[12]Jadi
kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seseorang secara pasti
adalah aqidah baik itu benar ataupun salah
2 Ibadah
[13]Secara
bahasa berarti merendahkan diri dan tunduk. Ibadah terbagi menjadi ibadah hati,
lisan, dan
anggota badan. Rasa
takut (khauf), mengharap (raja’),dan
cinta (mahabbah) adalah ibadah qalbiyah (hati). Sedangkan sholat, zakat,
haji, dan puasa adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik)
3. Akhlak
[14]Akhlak
adalah tingkah laku lahiriah yang spontan dilakukan seseorang sebagai cerminan hati yang menciptakan
hubungan baik anatarpribadi dengan pribadi dan
antarmasyarakat dengan sesama
4. Hukum
[15]
Hukum slam mencakup segala hukum sekaligus yaitu hokum public, hukum
privat, hukum nasional, dan hukum Internasional dimana barat tidak
menganggapnya sebagai hukum.
Ilmu pengetahuan termasuk dalam
kandungan pokok al-Qur’an , bahkan kata ‘ilm (ilmu) disebut dalam al-Qur’an
sebanyak 105 kali. Sains merupakan salah satu kebutuhan agama islam, setiap
kali umat islam melakukan ibadah selalu memerlukan penentuan waktu dan tempat
yang tepat, umpamanya melaksanakan sholat, menentukan awal masuk bulan
ramadhan, pelaksanaan haji semuanya punya waktu tertentu dan memnentukan waktu
yang tepat dbutuhkan ilmu astronomi.
6
Sejarah
17Sejarah adalah terjemahan dari kata
tarikh (bahasa arab) dan
( bahasa inggris). Semua kata yang berasal dari
bahsa yunani yaitu istoria yang berarti ilmu , yang digunakan untuk penjelasan
mengenai gejala-gejala manusia dalam urutan kronologis.
KESIMPULAN
Kandungan pokok Al-Quran ada 6 yaitu :
1. Akidah
2. Ibadah
3. Akhlak
4. Hukum
5. Ilmu
pengetahuan (sains)
6. Sejarah
Al-Qur’an berisi pesan-pesan tersebut tidak berbeda dengan risalah yang dibawah oleh Adam, Nuh,
Ibrahim, dan rasul-rasul lainnya sampai kepada Nabi Isa AS. Risalah itu adalah mentauhidkan Allah,
yaitu ma lakum min gayruh (tidk ada bagi kamu Tuhan selain-Nya). Konsep
ketuhanan yang diajarkan oleh al-Quran tidak berbeda dengan konsep ketuhanan
yang diajarkan semua nabi dan rasul yang pernah Allah utus di dunia. Hanya
persoalan hokum atau syariat saja yang selalu berubah sesuai dengan perubahan
situassi dan kondisi di mana nabi itu di utus.
DAFTAR PUSTAKA
Aziz, Moh.
Ali, Mengenal Tuntas al-Qur’an. (Surabaya
: IMTIYAZ) 2018
Hadhiri
Choiruddin, Klasifikasi Kandungan al-Qur’an ( Jakarta, Gema Insani) 2005
Yusuf, M.
Kadar, Studi al-Qur’an (Jakarta, AMZAH) 2010
Karman, Materi al-Qur’an (Jakarta, Hilliana
Press)2014
Al-Qathan,
Manna Khalil, Pengantar Studi al-Qur’an
(Jakarta: Pustaka Al-Kautsar) 2005
MKD UINSA, Studi al- Qur’an (Surabaya: UIN Sunan
Ampel Press) 2013
Tolchah,
Moch, Pengkajian Studi al-Qur’an (Yogyakarta,
LKiS Pelangi Aksara) 2016
Yasir,
Muhammad, Studi al-Qur’an (Riau, Asa
Riau)2016
Shihab, M.
Quraish, Membumikan al-Qur’an (Bandung,
Mizan)1992
[1] Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, (Surabaya:
IMTIYAZ, 2018) 109
[2] MKD UINSA, Studi Al-Qur’an (Surabaya: UIN Sunan
Ampel press 2013 ) 10
[3]
Manna Al-Qathan, Pengantar Studi Ilmu
Al-Qur’an, (Jakarta:
Pustaka Al-Kautsar, 2005) 15
[4] Quraish Shihab. Membmikan al-Quran: Fungsi dan Peran wahyu
dalam kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan,1992) 40
[5] Quraish Shihab,Tafsir Misbah vol 1, (Jakarta:Lentera
Hati, 2000)
[6] Moch. Tokhah Aneka pengkajian sutdi al-Qur’an
(Yogyakarta:LKiS Pelangi Aksara 2016)
[7]
Kadar M. Yusuf Studi al-Qur’an
(Jakarta: AMZAH 2010) 163
[8]
Muhammad Yasir, Studi al-Qur’an (Riau:
Asa Riau 2016) 17
[9] Choiruddin Hadhiri Klasifikasi Kandungan al-Qur’an
(Jakarta: GEMA INSANI 2005) 2
[10] Ohan Sudjana, Fenomena Aqidah Islamiyah Berdasarkan
Quran dan
sunnah, (Jakarta: Media Dakwah, 1994) 8
[11] Nasrudin Razak, Dienul
Islam, penafsiran kembali islam sebagai
suatu Aqidah dan way of life
( Bandung: PT Al-Ma’arif,1989)30
[12] Ibid hal 59
[13] Karman, Materi al-Qur’an, (Jakarta: Hilliana
press, 2014)23-24
[14] Ibid hal 5
[15] J.N.D Andeson, Hukum Islam di Dunia Moden *terjemah
oleh : Machum Husein. (Surabaya:Amarpress, 1990) 4
[16]
Manna Al-Qathan, Pengantar Studi ilmu
al-Qur’an (Jakarta:
Pustaka Al-Kautsar, 2008) 3
