Saturday, November 30, 2019

Penerapan Terapi Sholat Bahagia


PENERAPAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA
(PTSB)


Disusun Oleh:
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
B71219056
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh Ali Aziz. M,Ag
Asisten Dosen:
Ati’ Nursyafa’ah. M.Kom.I
Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
2019











KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb         
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya sehingga saya berhasil menyusun makalah tentang PENERAPAN TERAPI SHOLAT BAHAGIAdengan baik. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan di dalamnya, oleh karena itu saya emohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikian makalah ini saya buat, saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
27 November 2019














L
PEMBAHASAN
          Pendalaman Terapi Sholat Bahagia adalah metode yang di ambil oleh penemunya yaitu Prof Ali Aziz. M, Ag untuk memperdalam ke khusyukan umat islam dalam menjalankan ibadah sholat. Pada tanggal 23 November 2019 lalu beliau mengadakan training PTSB untuk mahasiswa UIN SUNAN AMPEL SURABAYA khususnya mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Dakwah dan Komunikasi dari beberapa Program Studi seperti : MANAJEMEN DAKWAH, KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM, BIMBINGAN KONSELING ISLAM, PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM dan ILMU KOMUNIKASI, acara tersebut diselenggarakan di Kun Yaquta Surabaya, setiap yang hadir di acara training tersebut mendapatkan buku supplement untuk pegangan peserta dalam mengikuti acara training PTSB. Dalam buku supplement tersebut di jelaskan secara rinci namun jelas tentang buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia.
   Kata beliau jika belum membaca buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia maka akan membutuhkan waktu yang lama sekitar 2 hari. Orang umum 2 hari, kalau anak cerdas hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, tuturnya. Sebelum kegiatan PTSB kita juga sudah di intruksikan untuk menulis beberapa syarat mengikuti Pendalaman Terapi Sholat Bahagia, diantaranya ;
1.      Menulis 10 orang yang paling berjasa dalam hidup kita.
2.      Menulis 5 orang yang menjengkelkan/ menyakiti kita
3.      Menulis 10 dosa yang pernah kita lakukan
4.      Menulis 30 nikmat terbesar yang kita rasakan (sejak kecil hingga sekarang)
5.      Menulis 10 masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan hidup kita ( ada yang bersifat rahasia dan ada yang tidak)
 Tulisan itu harus dibawah dan disimpan. Kata beliau cukup kita dan Allah saja yang tau. Dengan bantuang Daftar masalah dan harapan yang telah disiapkan itu , kita bisa sujud dan rukuk lebih lama dengan penuh penghayatan.




حَیِّ عَلَی الصَّلاة
ِ
(Hayya Ala al-Shalāh)
Mari kita tunaikan Shalat
                        حَیِّ عَلَی الْفَلاحِ
(Hayya Ala al-Falāh)
Mari Kita Bahagia

Ada dua kata kunci dalam firman Allah di atas, yaitu khusyuk dan bahagia, bahwa pelaku shalat khusyuk dijamin hidup sukses dan bahagia. Setiap hari, kita diseru untuk sukses melalui azan, hayya ‘alas shalah, hayya alal falah (ayo shalat dan ayo bahagia). Kita disemangati terus menerus setiap hari untuk lebih berprestasi dan berbahagia (al falah) agar kita dapat memimpin dunia, bukan penonton atau orang yang terpuruk dan terpinggirkan. Shalat khusyuk adalah shalat yang menumbuhkan ketundukan kepada perintah Allah, kepasrahan dan perasaan senang terhadap apapun dan berapapun pemberian Allah. Bisakah kekhusyukan diperoleh tanpa memahami makna doa-doa shalat? Hampir mustahil. Oleh sebab itu, Anda harus memahami arti semua doa shalat, sekalipun hanya secara global, tidak arti kata perkata. Bagaimana mengatasi kesulitan pemahaman doa-doa shalat yang tertulis dalam teks Arab itu, terutama bagi pemula atau mualaf? Sangat mudah, jika diajarkan dengan keseimbangan otak kiri dan kanan.

Sesuatu yang asalnya berat seperti batu akan menjadi emas dengan kita merubah mindset agar menuju kebahagiaan. Kematian yang ditakuti secara berlebihan. Ini juga merupakan sumber kecemasan. Melalui rukuk dengan posisi kepala yang diserahkan kepada Allah, Anda diingatkan untuk menyerahkan hidup-mati kepada Allah SWT, sebab kematian bukanlah pilihan, melainkan kepastian. Dengan menghapus ketakutan itu, Anda telah menutup pintu-pintu stres.  Melalui rukuk pula, Anda disemangati untuk rendah hati dan hormat kepada siapapun. Sikap hormat dan menghargai orang dapat mengantarkan Anda hidup lebih bahagia, sebab sikap itu mengundang simpati banyak orang untuk bekerjasama dalam banyak hal, termasuk dalam berbisnis untuk menambah penghasilan Anda. Pujian dan apresiasi orang yang diharap-harap atas apa yang Anda lakukan. Ketika Anda mengucapkan rabbana walakal hamdu pada waktu bangkit dari rukuk, sebenarnya Anda sedang bersumpah tidak mengharap balas budi, pujian, apresiasi dan terima kasih dari siapapun selain Allah, sebab Dia-lah satu-satunya yang berhak dipuji. Mengharap pujian orang sama dengan merampas hak-hak Allah, sekaligus membuka sejuta pintu stres. Sebab, menurut Al Qur’an (QS. 34: 13), hanya sedikit orang yang memberi apresiasi karya orang. Semakin besar harapan seseorang akan apresiasi orang, semakin terbuka lebar pintu stres. Orang bahagia tidak akan mengemis apresiasi, tapi justru selalu memberi apresiasi sekecil apapun jasa orang. Curahan kesedihan hati yang belum tersalurkan kepada orang paling dipercaya. Oleh sebab itu, salah satu obat stres adalah mencurahkan masalah hidup sampai tuntas kepada orang yang dipercaya dan bersedia mendengarkannya, sekalipun orang itu tidak dapat memberikan solusi. Ketika bersujud minimal 30 detik dan Anda mencurahkan isi hati sepuas-pusanya, maka berkuranglah beban psikologis Anda, sebab semua curahan hati telah ditumpahkan kepada Allah SWT disertai keyakinan bahwa Allah akan mengambil alih semua masalah yang Anda hadapi. Dosa-dosa masa lalu. Melalui doa pada posisi duduk di antara dua sujud, Anda diyakinkan bahwa tidaklah mungkin, Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun tidak mengampuni dan mengasihi orang yang shalat, dan merengek meminta belas kasih dan ampunan kepada-Nya. Pesimis dan minder. Lihatlah, betapa gelap dan ciut muka orang yang tidak percaya diri, pesimis dan putus asa. Itulah tanda orang yang “kafir” dan menderita (QS. 14:7 dan 12:87). Melalui syahadat pada posisi tasyahud, keimanan Anda dikuatkan sehingga lebih percaya diri dan optimis, bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan diyakini sebagai sumber energi untuk mengarungi masa depan. Sekarang, lihatlah, betapa cerah dan ceria muka orang yang optimis.

   PTSB memberikan bimbingan dan praktek sholat agar kita dapat memahami dan mengingat lebih kuat serta mampu memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis dalam menyelesaikan semua masalah menuju hidup yang bahagia, hanya pribadi yang bahagialah yang bisa memaksimalkan kehidupan yang lebih produktif, kreatif, dan membahagiakan orang sekitar.
Pentingkah PTSB? Tujuan founder mengadakan PTSB ini adalah agar manusia lebih taat beribadah dan mampu mengubah mindset mereka untuk beribadah dengan ikhlas, ridho dan menerima semua keputusan yang telah ditetapkan oleh Allah, serta memberikan kesembuhan dari berbagai macam penyakit. Bukan founder atau pesertanya yang hebat, melainkan penghayatan dan keyakinan dalam sholatnya yang luar biasa. Tujuan utama sholat adalah kokohnya T2Q (Tawakkal, Tuma'ninah, dan Qona'ah), sedangkan kesembuhan, rezeki, dan sebagainya semata-mata hanyalah sebagai bonus.
    Manusia pasti memiliki rencana tersendiri, namun sebaik-baiknya rencana kita dalam merencanakan suatu hal, rencana Allah adalah yang terbaik. Kita menginginkan sehat sedangkan Allah menginginkan kita sakit, kita menilai seseorang itu baik sedangkan penilaian Allah ia jelek, banyak hal yang kita inginkan atau kita sukai namun keinginan tersebut belum tentu sama dengan keinginan Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu firman Allah yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. al-Baqarah:216). Seperti halnya dengan seseorang  yang ingin selamat dalam perjalanannya, namun Allah menginginkan ia tidak selamat dalam artian ia mengalami kecelakaan. Akan tetapi dengan kecelakaan tersebut ia menerima suatu kenikmatan dari Allah yaitu bertemu dengan seorang pria yang menjadi jodohnya. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk menghadapi masalah hidup, karena setiap masalah pasti ada hikmahnya tersendiri. Itulah salah satu contoh dari skenario Allah kepada hamba Nya.
      Dalam sebuah hadist mengatakan “Barang siapa yang tidak suka dengan kehendak ku maka carilah Tuhan selain aku dan barang siapa yang mengeluh enak atau tidak enaknya dengan kehendak ku maka janganlah memanggilku lagi”. Maksud dari kalimat tersebut adalah untuk mengajarkan kita agar menjadi seorang hamba yang menerima lapang dada akan kehendak Allah serta mengajarkan kita untuk tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup tanpa adanya keluhan. Pada hakekat nya Allah sendiri tidak suka dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh dari apa yang ia alami. Kata kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin. Prof. Ali Aziz mempunyai prinsip hidup "Berani hidup berani, berarti berani menghadapi masalah". Kata beliau "Tidak berani menghadapi masalah, mati ae, singkat, padat, dan jelas".
    Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop complanning. Sesungguhnya tidak ada do’a yang tidak dikabulkan, hnya saja Allah masih melihat proses serta memilih waktu yang tepat, dan melihat kesiapan hambanya dalam menerimanya, it's all about Timing. Sama halnya seperti seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya untuk membelikan sepeda motor besar. Namun, kata ayahnya  “ya…nanti kalau kamu sudah besar” maksut dari ayah tersebut adalah hal yang mustahil anak berumur 3 tahun sudah mengendarai sepeda motor besar, maka dari itu ayah nya menunggu waktu yang tepat yaitu ketika anak tersebut sudah dewasa.
       Masalah hidup itu realitanya memang berat, akan tetapi jika kita memiliki mindset bahwa kita yakin bisa menyelesaikannya dengan mudah insyaAllah maka masalah tersebut akan sangat mudah dilalui. Berbeda dengan seseorang yang memiliki mindset bahwa masalah yang dialamu adalah masalah yang sulit dihadapi, maka masalah tersebut akan sulit untuk dihadapi. Pemikiran manusia sama hal nya seperti perkataan yang tidak diucapkan dan perkataan itu sama halnya dengan do’a. Oleh karena itu ubahlah mindset, dan yakinlah pada Allah bahwa Allah akan membantu umatnya dalam menyelasaikan masalah tersebut. Karena Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umatnya.
            Penjelasan diatas menerangkan agar kita selalu mengingat Allah dimanapun dan kapanpun. Artinya dengan mengingat Allah kita akan mudah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita dan menjauhi larangannya, juga menerangkan bagaimana menghadapi suatu masalah dengan benar serta yakin pada ke-Agungan Allah.  Sholat adalah salah satu cars yang ampuh dalam menghadapi masalah, jika sholat kita sudah baik maka segala sesuatu yang ada pada diri kita akan baik pula. Dengan sholat kita dapat memiliki keuntungan untuk lebih dekat dengan Allah dan mengingat Allah. Gerakan dalam sholat memiliki arti dan fungsi tersendiri, menurut ilmu kedokteran gerakan sholat sangat membantu kinerja anggota tubuh bagian dalam, salah satunya gerakan sujud melancarkan peredaran darah jantung sedangkan, menurut ajaran agama Islam sholat memiliki fungsi tertinggi dalam kehidupan. Contohnya, dengan melakukan sholat kita diberi ketenangan, ketentraman, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan, juga dapat mendekatkan kita dengan Allah.
            Berdo’alah di dalam atau di luar sholat. Namun yang sangat dianjurkan berdo’alah ketika kamu melakukan atau melaksanakan sholat, seperti dalam gerakan rukuk dan sujud. Ada yang mengatakan paling dekat nya hamba dengan Allah ketika ia sujud maka minta lah apa yang kamu inginkan atau butuhkan. Kita tidak akan bisa mengetahui kapan terkabulnya do’a, karena terkabulnya do’a ialah salah satu skenario Allah yang dirahasiakan pada umatnya.
            Gerakan PTSB ini dapat memberikan bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih memahami, mengingat lebih kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah, lebih percaya diri, dan selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup menuju hidup yang berkah dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu cermin syukur kepada Allah. Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap gerakan sholat tersebut, antara lain:
1.  Takbiratul Ikhram (berdiri) yang memiliki kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Takbiratul Ikhram mengajarkan kita untuk selalu mensyukuri segala sesuatu yang telah kita punya.
2.  Rukuk yang memiliki kata kunci TURUT (Tunduk dan Menurut). Rukuk mengajarkan kita agar selalu menjadi seorang hamba yang ta’at serta tawadhu' Segala sesuatu hanyalah milik dan dari Allah maka simpan baik-baik sombongmu.
3.  I’tidal (berdiri setelah rukuk) yang memiliki kata kunci HADIR (Hak pujian dan Takdir). I’tidal mengartikan bahwa yang mempunyai hak atas pujian hanyala Allah yang maha Agung dan yang menetapkan takdir setiap makhluk hanyalah Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya kecuali Allah. Takdir adalah rahasia Allah dari pengetahuan semua makhluknya.
4. Sujud yang memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar Jiwa dan Raga). Sujud ialah salah satu gerakan sholat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada Allah, karena pada saat sujud kita sedang berkomunkasi langsung dengan Allah. Sujud merupakan bentuk rasa maaf atau memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Kita akan menyadari dengan sendirinya.
5. Tasyahud awal (duduk diantara dua sujud) yang memiliki kata kunci AKSI (Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera dan memperkuat Iman). Do’a dalam duduk diantara dua sujud sangat mencakup atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
6. Tasyahud akhir (duduk diakhir sholat) yang memiliki kata kunci SOSIAL (Sholawat, Persaksian dan Tawakkal). Tasyahud akhir menunjukan akan kesaksian kita atas utusan Allah yang mulia yakni nabi Muhammad saw. serta rasa pasrah kita akan semua do’a dan usaha yang telah kita lakukan selama ini.
  Bagi saya PTSB menyadarkan akan pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-sehari dan membuat lebih memahami makna bacaan yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti PTSB saya memiliki suatu masalah yang dari dulu belum dapat saya tangani sendiri, antara lain seperti : saya masih belum bisa fokus dalam sholat, masih ragu atas diri saya, masih belum bisa bersyukur dengan apa yang telah saya miliki saat ini, masih mempunyai rasa dendam atau benci kepada orang yang telah menyakiti saya. Namun, setelah mengikuti PTSB ini saya banyak belajar dan mengerti tentang caranya Ikhlas, Bersyukur, dan memaafkan.

Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
26 November 2019
PENERAPAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA
(PTSB)
Disusun Oleh:
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
B71219056
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Moh Ali Aziz. M,Ag
Asisten Dosen:
Ati’ Nursyafa’ah. M.Kom.I
Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
2019











KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb         
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya sehingga saya berhasil menyusun makalah tentang PENERAPAN TERAPI SHOLAT BAHAGIAdengan baik. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan di dalamnya, oleh karena itu saya emohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikian makalah ini saya buat, saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
27 November 2019














L
PEMBAHASAN
          Pendalaman Terapi Sholat Bahagia adalah metode yang di ambil oleh penemunya yaitu Prof Ali Aziz. M, Ag untuk memperdalam ke khusyukan umat islam dalam menjalankan ibadah sholat. Pada tanggal 23 November 2019 lalu beliau mengadakan training PTSB untuk mahasiswa UIN SUNAN AMPEL SURABAYA khususnya mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Dakwah dan Komunikasi dari beberapa Program Studi seperti : MANAJEMEN DAKWAH, KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM, BIMBINGAN KONSELING ISLAM, PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM dan ILMU KOMUNIKASI, acara tersebut diselenggarakan di Kun Yaquta Surabaya, setiap yang hadir di acara training tersebut mendapatkan buku supplement untuk pegangan peserta dalam mengikuti acara training PTSB. Dalam buku supplement tersebut di jelaskan secara rinci namun jelas tentang buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia.
   Kata beliau jika belum membaca buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia maka akan membutuhkan waktu yang lama sekitar 2 hari. Orang umum 2 hari, kalau anak cerdas hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, tuturnya. Sebelum kegiatan PTSB kita juga sudah di intruksikan untuk menulis beberapa syarat mengikuti Pendalaman Terapi Sholat Bahagia, diantaranya ;
1.      Menulis 10 orang yang paling berjasa dalam hidup kita.
2.      Menulis 5 orang yang menjengkelkan/ menyakiti kita
3.      Menulis 10 dosa yang pernah kita lakukan
4.      Menulis 30 nikmat terbesar yang kita rasakan (sejak kecil hingga sekarang)
5.      Menulis 10 masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan hidup kita ( ada yang bersifat rahasia dan ada yang tidak)
 Tulisan itu harus dibawah dan disimpan. Kata beliau cukup kita dan Allah saja yang tau. Dengan bantuang Daftar masalah dan harapan yang telah disiapkan itu , kita bisa sujud dan rukuk lebih lama dengan penuh penghayatan.




حَیِّ عَلَی الصَّلاة
ِ
(Hayya Ala al-Shalāh)
Mari kita tunaikan Shalat
                        حَیِّ عَلَی الْفَلاحِ
(Hayya Ala al-Falāh)
Mari Kita Bahagia

Ada dua kata kunci dalam firman Allah di atas, yaitu khusyuk dan bahagia, bahwa pelaku shalat khusyuk dijamin hidup sukses dan bahagia. Setiap hari, kita diseru untuk sukses melalui azan, hayya ‘alas shalah, hayya alal falah (ayo shalat dan ayo bahagia). Kita disemangati terus menerus setiap hari untuk lebih berprestasi dan berbahagia (al falah) agar kita dapat memimpin dunia, bukan penonton atau orang yang terpuruk dan terpinggirkan. Shalat khusyuk adalah shalat yang menumbuhkan ketundukan kepada perintah Allah, kepasrahan dan perasaan senang terhadap apapun dan berapapun pemberian Allah. Bisakah kekhusyukan diperoleh tanpa memahami makna doa-doa shalat? Hampir mustahil. Oleh sebab itu, Anda harus memahami arti semua doa shalat, sekalipun hanya secara global, tidak arti kata perkata. Bagaimana mengatasi kesulitan pemahaman doa-doa shalat yang tertulis dalam teks Arab itu, terutama bagi pemula atau mualaf? Sangat mudah, jika diajarkan dengan keseimbangan otak kiri dan kanan.

Sesuatu yang asalnya berat seperti batu akan menjadi emas dengan kita merubah mindset agar menuju kebahagiaan. Kematian yang ditakuti secara berlebihan. Ini juga merupakan sumber kecemasan. Melalui rukuk dengan posisi kepala yang diserahkan kepada Allah, Anda diingatkan untuk menyerahkan hidup-mati kepada Allah SWT, sebab kematian bukanlah pilihan, melainkan kepastian. Dengan menghapus ketakutan itu, Anda telah menutup pintu-pintu stres.  Melalui rukuk pula, Anda disemangati untuk rendah hati dan hormat kepada siapapun. Sikap hormat dan menghargai orang dapat mengantarkan Anda hidup lebih bahagia, sebab sikap itu mengundang simpati banyak orang untuk bekerjasama dalam banyak hal, termasuk dalam berbisnis untuk menambah penghasilan Anda. Pujian dan apresiasi orang yang diharap-harap atas apa yang Anda lakukan. Ketika Anda mengucapkan rabbana walakal hamdu pada waktu bangkit dari rukuk, sebenarnya Anda sedang bersumpah tidak mengharap balas budi, pujian, apresiasi dan terima kasih dari siapapun selain Allah, sebab Dia-lah satu-satunya yang berhak dipuji. Mengharap pujian orang sama dengan merampas hak-hak Allah, sekaligus membuka sejuta pintu stres. Sebab, menurut Al Qur’an (QS. 34: 13), hanya sedikit orang yang memberi apresiasi karya orang. Semakin besar harapan seseorang akan apresiasi orang, semakin terbuka lebar pintu stres. Orang bahagia tidak akan mengemis apresiasi, tapi justru selalu memberi apresiasi sekecil apapun jasa orang. Curahan kesedihan hati yang belum tersalurkan kepada orang paling dipercaya. Oleh sebab itu, salah satu obat stres adalah mencurahkan masalah hidup sampai tuntas kepada orang yang dipercaya dan bersedia mendengarkannya, sekalipun orang itu tidak dapat memberikan solusi. Ketika bersujud minimal 30 detik dan Anda mencurahkan isi hati sepuas-pusanya, maka berkuranglah beban psikologis Anda, sebab semua curahan hati telah ditumpahkan kepada Allah SWT disertai keyakinan bahwa Allah akan mengambil alih semua masalah yang Anda hadapi. Dosa-dosa masa lalu. Melalui doa pada posisi duduk di antara dua sujud, Anda diyakinkan bahwa tidaklah mungkin, Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun tidak mengampuni dan mengasihi orang yang shalat, dan merengek meminta belas kasih dan ampunan kepada-Nya. Pesimis dan minder. Lihatlah, betapa gelap dan ciut muka orang yang tidak percaya diri, pesimis dan putus asa. Itulah tanda orang yang “kafir” dan menderita (QS. 14:7 dan 12:87). Melalui syahadat pada posisi tasyahud, keimanan Anda dikuatkan sehingga lebih percaya diri dan optimis, bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan diyakini sebagai sumber energi untuk mengarungi masa depan. Sekarang, lihatlah, betapa cerah dan ceria muka orang yang optimis.

   PTSB memberikan bimbingan dan praktek sholat agar kita dapat memahami dan mengingat lebih kuat serta mampu memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis dalam menyelesaikan semua masalah menuju hidup yang bahagia, hanya pribadi yang bahagialah yang bisa memaksimalkan kehidupan yang lebih produktif, kreatif, dan membahagiakan orang sekitar.
Pentingkah PTSB? Tujuan founder mengadakan PTSB ini adalah agar manusia lebih taat beribadah dan mampu mengubah mindset mereka untuk beribadah dengan ikhlas, ridho dan menerima semua keputusan yang telah ditetapkan oleh Allah, serta memberikan kesembuhan dari berbagai macam penyakit. Bukan founder atau pesertanya yang hebat, melainkan penghayatan dan keyakinan dalam sholatnya yang luar biasa. Tujuan utama sholat adalah kokohnya T2Q (Tawakkal, Tuma'ninah, dan Qona'ah), sedangkan kesembuhan, rezeki, dan sebagainya semata-mata hanyalah sebagai bonus.
    Manusia pasti memiliki rencana tersendiri, namun sebaik-baiknya rencana kita dalam merencanakan suatu hal, rencana Allah adalah yang terbaik. Kita menginginkan sehat sedangkan Allah menginginkan kita sakit, kita menilai seseorang itu baik sedangkan penilaian Allah ia jelek, banyak hal yang kita inginkan atau kita sukai namun keinginan tersebut belum tentu sama dengan keinginan Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu firman Allah yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. al-Baqarah:216). Seperti halnya dengan seseorang  yang ingin selamat dalam perjalanannya, namun Allah menginginkan ia tidak selamat dalam artian ia mengalami kecelakaan. Akan tetapi dengan kecelakaan tersebut ia menerima suatu kenikmatan dari Allah yaitu bertemu dengan seorang pria yang menjadi jodohnya. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk menghadapi masalah hidup, karena setiap masalah pasti ada hikmahnya tersendiri. Itulah salah satu contoh dari skenario Allah kepada hamba Nya.
      Dalam sebuah hadist mengatakan “Barang siapa yang tidak suka dengan kehendak ku maka carilah Tuhan selain aku dan barang siapa yang mengeluh enak atau tidak enaknya dengan kehendak ku maka janganlah memanggilku lagi”. Maksud dari kalimat tersebut adalah untuk mengajarkan kita agar menjadi seorang hamba yang menerima lapang dada akan kehendak Allah serta mengajarkan kita untuk tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup tanpa adanya keluhan. Pada hakekat nya Allah sendiri tidak suka dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh dari apa yang ia alami. Kata kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin. Prof. Ali Aziz mempunyai prinsip hidup "Berani hidup berani, berarti berani menghadapi masalah". Kata beliau "Tidak berani menghadapi masalah, mati ae, singkat, padat, dan jelas".
    Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop complanning. Sesungguhnya tidak ada do’a yang tidak dikabulkan, hnya saja Allah masih melihat proses serta memilih waktu yang tepat, dan melihat kesiapan hambanya dalam menerimanya, it's all about Timing. Sama halnya seperti seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya untuk membelikan sepeda motor besar. Namun, kata ayahnya  “ya…nanti kalau kamu sudah besar” maksut dari ayah tersebut adalah hal yang mustahil anak berumur 3 tahun sudah mengendarai sepeda motor besar, maka dari itu ayah nya menunggu waktu yang tepat yaitu ketika anak tersebut sudah dewasa.
       Masalah hidup itu realitanya memang berat, akan tetapi jika kita memiliki mindset bahwa kita yakin bisa menyelesaikannya dengan mudah insyaAllah maka masalah tersebut akan sangat mudah dilalui. Berbeda dengan seseorang yang memiliki mindset bahwa masalah yang dialamu adalah masalah yang sulit dihadapi, maka masalah tersebut akan sulit untuk dihadapi. Pemikiran manusia sama hal nya seperti perkataan yang tidak diucapkan dan perkataan itu sama halnya dengan do’a. Oleh karena itu ubahlah mindset, dan yakinlah pada Allah bahwa Allah akan membantu umatnya dalam menyelasaikan masalah tersebut. Karena Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umatnya.
            Penjelasan diatas menerangkan agar kita selalu mengingat Allah dimanapun dan kapanpun. Artinya dengan mengingat Allah kita akan mudah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita dan menjauhi larangannya, juga menerangkan bagaimana menghadapi suatu masalah dengan benar serta yakin pada ke-Agungan Allah.  Sholat adalah salah satu cars yang ampuh dalam menghadapi masalah, jika sholat kita sudah baik maka segala sesuatu yang ada pada diri kita akan baik pula. Dengan sholat kita dapat memiliki keuntungan untuk lebih dekat dengan Allah dan mengingat Allah. Gerakan dalam sholat memiliki arti dan fungsi tersendiri, menurut ilmu kedokteran gerakan sholat sangat membantu kinerja anggota tubuh bagian dalam, salah satunya gerakan sujud melancarkan peredaran darah jantung sedangkan, menurut ajaran agama Islam sholat memiliki fungsi tertinggi dalam kehidupan. Contohnya, dengan melakukan sholat kita diberi ketenangan, ketentraman, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan, juga dapat mendekatkan kita dengan Allah.
            Berdo’alah di dalam atau di luar sholat. Namun yang sangat dianjurkan berdo’alah ketika kamu melakukan atau melaksanakan sholat, seperti dalam gerakan rukuk dan sujud. Ada yang mengatakan paling dekat nya hamba dengan Allah ketika ia sujud maka minta lah apa yang kamu inginkan atau butuhkan. Kita tidak akan bisa mengetahui kapan terkabulnya do’a, karena terkabulnya do’a ialah salah satu skenario Allah yang dirahasiakan pada umatnya.
            Gerakan PTSB ini dapat memberikan bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih memahami, mengingat lebih kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah, lebih percaya diri, dan selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup menuju hidup yang berkah dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu cermin syukur kepada Allah. Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap gerakan sholat tersebut, antara lain:
1.  Takbiratul Ikhram (berdiri) yang memiliki kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Takbiratul Ikhram mengajarkan kita untuk selalu mensyukuri segala sesuatu yang telah kita punya.
2.  Rukuk yang memiliki kata kunci TURUT (Tunduk dan Menurut). Rukuk mengajarkan kita agar selalu menjadi seorang hamba yang ta’at serta tawadhu' Segala sesuatu hanyalah milik dan dari Allah maka simpan baik-baik sombongmu.
3.  I’tidal (berdiri setelah rukuk) yang memiliki kata kunci HADIR (Hak pujian dan Takdir). I’tidal mengartikan bahwa yang mempunyai hak atas pujian hanyala Allah yang maha Agung dan yang menetapkan takdir setiap makhluk hanyalah Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya kecuali Allah. Takdir adalah rahasia Allah dari pengetahuan semua makhluknya.
4. Sujud yang memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar Jiwa dan Raga). Sujud ialah salah satu gerakan sholat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada Allah, karena pada saat sujud kita sedang berkomunkasi langsung dengan Allah. Sujud merupakan bentuk rasa maaf atau memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Kita akan menyadari dengan sendirinya.
5. Tasyahud awal (duduk diantara dua sujud) yang memiliki kata kunci AKSI (Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera dan memperkuat Iman). Do’a dalam duduk diantara dua sujud sangat mencakup atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
6. Tasyahud akhir (duduk diakhir sholat) yang memiliki kata kunci SOSIAL (Sholawat, Persaksian dan Tawakkal). Tasyahud akhir menunjukan akan kesaksian kita atas utusan Allah yang mulia yakni nabi Muhammad saw. serta rasa pasrah kita akan semua do’a dan usaha yang telah kita lakukan selama ini.
  Bagi saya PTSB menyadarkan akan pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-sehari dan membuat lebih memahami makna bacaan yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti PTSB saya memiliki suatu masalah yang dari dulu belum dapat saya tangani sendiri, antara lain seperti : saya masih belum bisa fokus dalam sholat, masih ragu atas diri saya, masih belum bisa bersyukur dengan apa yang telah saya miliki saat ini, masih mempunyai rasa dendam atau benci kepada orang yang telah menyakiti saya. Namun, setelah mengikuti PTSB ini saya banyak belajar dan mengerti tentang caranya Ikhlas, Bersyukur, dan memaafkan.

Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
26 November 2019

Monday, September 30, 2019


KANDUNGAN POKOK
AL-QURAN

Disusun Oleh
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani
B71219056
Dosen Pengampu
Prof. Dr. Moh Ali Aziz. M,Ag Asisten Dosen
Ati’ Nursyafa’ah. M.Kom.I
Komunikasi dan Penyiaran Islam 
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
2019




KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb 
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya sehingga saya berhasil menyusun makalah tentang
KANDUNGAN POKOK AL-QURAN” dengan baik. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan di dalamnya, oleh karena itu saya emohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikian makalah ini saya buat, saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb
Ainina Syafa Zelbiana Mutiarani 
23 Agustus 2019





DAFTAR ISI




             

BAB I

PEMBAHASAN

A. KANDUNGAN AL-QURAN

[1] Al-Qur’an bukan hanya sebagai obat (al-syifa’), tulisan (al- kitab), bacaan (al-Quran) , pembeda antara benar dan salah (al- furqan), petunjuk (al-huda), kitab yang diturunkan (al-tanzil), dan sebagainya melainkan perpaduan dari semuanya (multi fungsi.  
Apabila Anda membaca al-Qur’an, maknanya akan jelas di hadapan Anda. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi, Anda juga akan menemukan makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. Demikian seterusnya sampai-sampaianda (dapat) menemukan kalimat atau kata yang bermacam-macam. Semuanya benar atau
 
mungkin benar. Ayat-ayat al-Qur’an bagaikan intan. Setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. Tidak mustahil, jika Anda mempersilakan orang lain memandangnya, maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat.
[2]Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat islam berisi pokok-pokok ajaran yang berguna sebagai tuntunan manusia dalam menjalani kehidupan. Berbicara tentang pokok al-Qur’an biasanya dikaitkan dengan surat al-Fatihah yang disebut juga dengan ummul kitab karna isi surat Al-Fatihah mencakup seluruh kandungan pokok al-Quran yaitu:
1)   Ajaran tauhid yang tercantum dalam ayat kedua dan keenam dari surat
Al-Fatihah.Ayat pertama menyatakan bahwa hanya Allah lah yang berhak menerima segala
pujian dan syukur karena pada hakekatnya segala nikmat yang didapat oleh manusia bersumber dari Allah. Ayat keenam menyatakan bahwa hanya Tuhanlah (Allah) yang disembah dan dimintai pertolongan.
2)   Janji dan ancaman yang tercermin dalam ayat ketiga yang menyatakan bahwa Allah adalah yang berkuasa pada Hari Pembalasan (Qiyamat) yang memberi pahala kepada orang yang beramal baik, maupun memberi hukuman dan siksaan kepada orang yang berbuat jelek
3)   Ibadah yang terdapat pada ayat ke empat 
4)   Jalan menuju kebahagiaan hidup termaktub dalam ayat kelima. Ayat tersebut mengingatkan pada manusia agar menempuh jalan yang lurus yang di rihdhai oleh Allah untuk mencapai kebahagiaan hidupnya di dunia dan di akhirat; dan 
5)   Berita-berita atau cerita-cerita umat terdahulu. Kisah-kisah umat terdahulu termaktub dalam ayat ketujuh. Ayat tersebut menjelaskan adanya dua kelompok manusia yaitu; pertama, orang-orang yang mendapat nikmat dan rahmat Allah karena mereka beragamaa dan taat serta konsekuen terhadap ajaran agamanya; kedua, orang-orang yang sesat karena mereka menyeleweng atau menaantang ajaran Allah.
[3] al-Qur’an dapat memecahkan perosalan-persoalan kemanusian di berbagai segi kehidupan, baik yang berkaitan dengan masalah kejiwaan, jasmanai, sosial, ekonomi, maupun politik, dengan pemecahan yang penuh bijaksana, karena ia diturunkan oleh yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Untuk menjawab problem yang ada, al-Qur’an melekatkan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan oleh manusia, yang relevan, di segala zaman. Dengan demikian, al-Qur’an akan selalu aktual di setiap waktu dan tempat. Sebab, Islam adalah agama abadi.
[4] Ajaran al-Qur’an menjadi tiga aspek, yakni 
1.     akidah yaitu ajaran tentang keimanan dan keEsaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari
pembalasan; 
2.     syari’ah, yaitu ajaran tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan sesamanya; dan
3.     akhlak, yakni ajaran tentang norman-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual atau kolektif.[5]Pencapaian ketiga tujuan pokok ini diusahakan oleh al-Qur’an melalui empat cara, yaitu :
a)  Perintah memperhatikan alam raya,
b)  Mengamati      pertumbuhan   dan
       perkembangan manusia
c)  Kisah-kisah, dan 
d)  Janji serta ancaman duniawi atau       ukhrawi.
Tiada bacaan seperti al-Qur’an yang diatur tatacara membacanya, mana yang dipendekkan, mana yang dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, di mana tempat yang
 
terlarang atau boleh, atau harus memulai dan berhenti, bahkan diluar lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya.
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mendapatkan perhatian begitu besar dari kaum muslim. [6] Sebagai kalam Allah, al-Qur’an mempunyai kekuatan internal yang dipercaya tidak dapat ditiru dan ditandingi. Karena itu, al-Qur’an menjadi mu’jizat terbesar Nabi Muhammad. Kekuatan Internal yang dikandung al-Qur’an itulah yang disebut I’jaz al-quran, yakni kekuatan yang melemahkan daya manusia untuk meniru al-Qur’an. Karena itulah al-Qur’an menentang manusia untuk meniru atau menciptakan satu atau sepuluh surat saja yang kualitasnya sama dengan al-Qur’an. Andaikan jin dan manusia berhimpun untuk meniru al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan mampu meskipun mereka berkerja sama.
Al-Qurthubi dalam tafsirnya Sepuluh Aspek kemukjizatan al-Qur’an yaitu: 
1)   Keindahan komposisi yang berbeda dari komposisi sastra manapun yang biasa dalam bahasa Arab
2)   Gaya bahasa yang unik dan berbeda dari gaya bahasa biasanya bahasa Arab
3)   Kekayaan konsep dengan pengungkapan yang efisien yang tidak mungkin ditiru oleh makhluk
4)   Penetapan syari’at yang cermat dan sempurna yang melampaui segala hukum buatan manusia
5)   Pemberitaan yang ghaib yang tidak mungkin dapat diketahui kecuali dengan wahyu
6)   Tidak bertentangan dengan ilmu-ilmu kawniyah (alam) yang sudah pasti
kebenarannya
7)   Pemenuhan janji-janji baik atau buruk yang telah dijanjikan dalam ayat-ayat yang turun sebelumnya
8)   Kekeyaan ilmu pengetahuan yang dikandungnya berupa ilmu-ilmu syari’at dan alam
9)   Memenuhi keperluan manusia, dan; 
10)           Kesan yang melekat pada setiap orang yang mendengar atau membaca baik mukmin maupun kafir. Daya pesona langgam Al-Quran begitu tinggi dan diakui oleh orang kafir sekalipun.


Adanya beberapa kisah dalam al-Quran sesungguhnya membawa banyak faedah, yang terpenting di antaranya adalah sebagai berikut:
a.     Menjelaskan asas-asas dakwah menuju Allah dan menjelaskan pokok-pokok syari’at yang di bawah oleh Nabi. 
b.     Meneguhkan hati Rasulullah dan hati umat Muhammad atas agama Allah, memperkuat kepercayaan orang mukmin tentang menangnya kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya kebatilan dan para pembelanya.
.
[7] Al-Qur’an berisipesan-pesan tersebut tidak berbeda dengan risalah yang dibawah oleh Adam, Nuh, Ibrahim, dan rasul-rasul lainnya sampai kepada Nabi Isa AS. Risalah itu adalah mentauhidkan Allah, yaitu ma lakum min gayruh  (tidk ada bagi kamu Tuhan selain-Nya). Konsep ketuhanan yang diajarkan oleh al-Quran tidak berbeda dengan konsep ketuhanan yang diajarkan semua nabi dan rasul yang pernah Allah utus di dunia. Hanya persoalan hokum atau syariat saja yang selalu berubah sesuai dengan perubahan situassi dan kondisi di mana nabi itu di utus.
Al-quran itu adalah firman Allah SWT, bukan rekayasa manusia. Sebab itu, betapapun pintarnya manusia itu dan tingginya ilmu pengetahuan mereka, namun tidak akan sanggup menjangkau seluruh isi dan kandungan wahyu Allah trsebut.
 Bagaimanapun juga, kita sering membaca perbincangan al-Qur’an mngenai bumi, tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, jagat raya, fenomena alam, dan sejarah.
Perbincangan tersebut dalam kitab suci ini, merupakan rangkaian pembelajaran bagi umat manusia mengenai tauhid dan ketundukan kepada Allah. 
[8] Meskipun demikian, sekedar menunjukkan garis –garis besar saja yang dapat dijangkau akal fkiran manusia yang terbatas, ada beberapa pokok saja mengenai kandungan pokok al-Qur’an, yaitu :
1.     Keimanan (Tauhid), yaitu ajaran-ajaran tentang kepecayaan atau keimanan kepada Allah,  iman kepada para Rasul-Nya, iman kepada hari kiamat, iman kepada qadla dan qadar (ketentuan-ketentuan yang digariskan Allah). Temasuk juga pembasmian terhadap
kepercayaan-kepercayaan syirik, kufur, dan atheism serta kemunafikan sampai ke akar-akarnya
2.     Ajaran tentang ibadah, yaitu pengabdian makhluk kepada
Khaliknya. Begitu juga ajaran-ajaran tentang budi pekerti yang baik, akhlak yang luhur yang harus dipakai, baik terhadap  Tuhan maupun terhadap sesama makhluk hidup
3 Hukum dan peraturan-peraturan, yaitu ajaran yang mengatur tentang aturan-aturan yang berhubungan dengan segala bidang, baik dalam hubungannya dengan Tuhan maupun yang berhubungan dengan sesama manusia. Hukum-hukum yang mengatur hubungan (komunikasi) manusia dengan Allah, disebut al-‘ibadah, dan hokum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan sesama, disebut al-mu’amalah.
[9] Setiap muslim menyadari, bahwa al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan pedoman hidup dan dasar setiap langkah hidup.
Al-Qur’an bukan sekedar mengatur hubungan manusia dengan Rabbnya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitarnya. Pendeknya, al-Qur’an mengatur      dan memimpin       semua segi  kehidupan manusia demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
     Sumber pokok ajaran islam adalah al-Qur’an. Segala pokok syari’at dan dalil-dalil syar’I yang mecakup seluruh aspek hokum bagi manusia dalam menjalani hidup didunia dan di akhirat 
Pokok-pokok ajaran yang ada dalam al-Qur’an adalah sebagai berikut:
1.     Aqidah
[10] Aqidah dari segi bahasa berarti ikatan atau sangkutan atau menyimpulkan sesuatu, [11]di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin (keyakinan) dan al jazmu (penetapan). Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan dari yang mengambil keputusan. [12]Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seseorang secara pasti adalah aqidah baik itu benar ataupun salah
 2   Ibadah
[13]Secara bahasa berarti merendahkan diri dan tunduk. Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan
anggota badan. Rasa takut (khauf), mengharap (raja’),dan  cinta (mahabbah) adalah ibadah qalbiyah (hati). Sedangkan sholat, zakat, haji, dan puasa adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik)
3.     Akhlak
[14]Akhlak adalah tingkah laku lahiriah yang spontan dilakukan seseorang  sebagai cerminan hati yang menciptakan hubungan baik anatarpribadi dengan pribadi dan
antarmasyarakat dengan sesama
4.     Hukum
[15] Hukum slam mencakup segala hukum sekaligus yaitu hokum public, hukum privat, hukum nasional, dan hukum Internasional dimana barat tidak menganggapnya sebagai hukum.
5         [16]   Dasar-dasar ilmu pengetahuan  (sains)
Ilmu pengetahuan termasuk dalam kandungan pokok al-Qur’an , bahkan kata ‘ilm (ilmu) disebut dalam al-Qur’an sebanyak 105 kali. Sains merupakan salah satu kebutuhan agama islam, setiap kali umat islam melakukan ibadah selalu memerlukan penentuan waktu dan tempat yang tepat, umpamanya melaksanakan sholat, menentukan awal masuk bulan ramadhan, pelaksanaan haji semuanya punya waktu tertentu dan memnentukan waktu yang tepat dbutuhkan ilmu astronomi.

6              Sejarah
17Sejarah adalah terjemahan dari kata tarikh (bahasa arab) dan
( bahasa inggris). Semua kata yang berasal dari bahsa yunani yaitu istoria yang berarti ilmu , yang digunakan untuk penjelasan mengenai gejala-gejala manusia dalam urutan kronologis.
           

KESIMPULAN


Kandungan pokok Al-Quran ada 6 yaitu :
1.     Akidah
2.     Ibadah
3.     Akhlak
4.     Hukum
5.     Ilmu pengetahuan (sains)
6.     Sejarah
Al-Qur’an berisi pesan-pesan tersebut tidak berbeda dengan risalah yang dibawah oleh Adam, Nuh, Ibrahim, dan rasul-rasul lainnya sampai kepada Nabi Isa AS. Risalah itu adalah mentauhidkan Allah, yaitu ma lakum min gayruh  (tidk ada bagi kamu Tuhan selain-Nya). Konsep ketuhanan yang diajarkan oleh al-Quran tidak berbeda dengan konsep ketuhanan yang diajarkan semua nabi dan rasul yang pernah Allah utus di dunia. Hanya persoalan hokum atau syariat saja yang selalu berubah sesuai dengan perubahan situassi dan kondisi di mana nabi itu di utus.





DAFTAR PUSTAKA


Aziz, Moh. Ali, Mengenal Tuntas al-Qur’an. (Surabaya : IMTIYAZ) 2018
Hadhiri Choiruddin,  Klasifikasi Kandungan al-Qur’an ( Jakarta, Gema Insani) 2005
Yusuf, M. Kadar,  Studi al-Qur’an (Jakarta, AMZAH) 2010
Karman, Materi al-Qur’an (Jakarta, Hilliana Press)2014
Al-Qathan, Manna Khalil, Pengantar Studi al-Qur’an (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar) 2005
MKD UINSA, Studi al- Qur’an (Surabaya: UIN Sunan Ampel Press) 2013
Tolchah, Moch, Pengkajian Studi al-Qur’an (Yogyakarta, LKiS Pelangi Aksara) 2016
Yasir, Muhammad, Studi al-Qur’an (Riau, Asa
Riau)2016
Shihab, M. Quraish, Membumikan al-Qur’an (Bandung, Mizan)1992



[1] Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, (Surabaya: IMTIYAZ, 2018) 109
[2] MKD UINSA, Studi Al-Qur’an (Surabaya: UIN Sunan Ampel press 2013 ) 10
[3] Manna Al-Qathan, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, (Jakarta:
Pustaka Al-Kautsar, 2005) 15
[4] Quraish Shihab. Membmikan al-Quran: Fungsi dan Peran wahyu dalam kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan,1992) 40
[5] Quraish Shihab,Tafsir Misbah vol 1, (Jakarta:Lentera Hati, 2000)
[6] Moch. Tokhah Aneka pengkajian sutdi al-Qur’an
(Yogyakarta:LKiS Pelangi Aksara 2016)
[7] Kadar M. Yusuf Studi al-Qur’an (Jakarta: AMZAH 2010) 163
[8] Muhammad Yasir, Studi al-Qur’an (Riau: Asa Riau 2016) 17
[9] Choiruddin Hadhiri Klasifikasi Kandungan al-Qur’an
(Jakarta: GEMA INSANI 2005) 2
[10] Ohan Sudjana, Fenomena Aqidah Islamiyah Berdasarkan
Quran dan sunnah, (Jakarta: Media Dakwah, 1994) 8
[11] Nasrudin Razak, Dienul Islam, penafsiran kembali islam sebagai suatu Aqidah dan way of life
( Bandung: PT Al-Ma’arif,1989)30
[12] Ibid hal 59
[13] Karman, Materi al-Qur’an, (Jakarta: Hilliana press, 2014)23-24
[14] Ibid hal 5
[15] J.N.D Andeson, Hukum Islam di Dunia Moden *terjemah oleh : Machum Husein. (Surabaya:Amarpress, 1990) 4
[16] Manna Al-Qathan, Pengantar Studi ilmu al-Qur’an (Jakarta:
Pustaka Al-Kautsar, 2008) 3